Informasi Umrah

Semua informasi suputar ibadah umrah dan haji

Apakah Boleh Membawa Power Bank ke Pesawat Saat Umroh?

membawa power bank ke pesawat saat umroh
 

mabruk.co.id - Baterai HP cepat habis saat perjalanan umroh bisa  panik. Apalagi jamaah perlu menyimpan tiket digital, berkomunikasi dengan keluarga, menghubungi tour leader, membuka peta, sampai mencari informasi selama perjalanan. Karena itu, power bank sering masuk daftar barang yang ingin dibawa ke pesawat. 

Masalahnya, power bank tidak bisa diperlakukan seperti charger biasa. Di dalamnya terdapat baterai lithium yang memiliki aturan khusus saat dibawa ke pesawat. Jadi, sebelum memasukkan power bank ke koper, jamaah perlu mengetahui kapasitas baterai, tempat penyimpanan, dan ketentuan penggunaannya selama penerbangan.

Aturan penerbangan juga mengalami pembaruan pada 2026. IATA mencantumkan batas maksimal dua power bank lithium-ion untuk penumpang, masing-masing tidak lebih dari 100 Wh. IATA juga mengingatkan agar power bank tidak disimpan di kompartemen kabin atas.

 

Power Bank Boleh Dibawa Asalkan Kapasitasnya Sesuai

Hal pertama yang perlu kamu cek bukan merek atau bentuk power bank, melainkan kapasitas baterainya dalam Watt-hour atau Wh.

Banyak power bank justru menampilkan kapasitas dalam mAh. Angka seperti 10.000 mAh, 20.000 mAh, atau 30.000 mAh sering membuat jamaah mengira semakin besar kapasitas berarti semakin aman untuk perjalanan jauh.

Cara Membaca Kapasitas Power Bank

membawa power bank ke pesawat saat umroh
 

Kalau label power bank hanya mencantumkan mAh, kamu bisa menghitung perkiraan Wh dengan rumus:

Wh = mAh × Volt ÷ 1.000

Sebagian besar power bank menggunakan tegangan nominal sel lithium sekitar 3,7 V. Dengan acuan tersebut, gambaran kasarnya menjadi:

  • 10.000 mAh sekitar 37 Wh
  • 20.000 mAh sekitar 74 Wh
  • 26.800 mAh sekitar 99 Wh
  • 30.000 mAh sekitar 111 Wh

Sebagai gambaran, Lion Air mencantumkan power bank sampai 100 Wh atau sekitar 20.000 mAh pada 5V sebagai kapasitas yang dapat dibawa tanpa persetujuan khusus.

Sebelum berangkat, cek apakah power bank memiliki informasi kapasitas yang jelas. Garuda Indonesia juga menyatakan power bank tanpa label kapasitas yang jelas tidak diperbolehkan dibawa ke pesawat.

 

Pilih Power Bank yang Mudah Diperiksa Petugas

Jamaah mungkin berpikir selama power bank masih bisa mengisi ponsel, tidak ada masalah. Namun petugas pemeriksaan perlu mengetahui jenis dan kapasitas baterai yang kamu bawa.

Power bank yang memiliki label kapasitas dengan jelas akan lebih mudah diperiksa dibanding produk tanpa informasi yang terbaca.

Pastikan informasi seperti berikut masih terlihat:

  • Kapasitas dalam Wh jika tersedia
  • Kapasitas dalam mAh
  • Tegangan atau voltage
  • Informasi baterai lithium-ion
  • Nama atau identitas produsen
  • Kondisi fisik power bank

Kalau tulisan pada label sudah terkelupas atau sulit dibaca, jangan langsung memasukkannya ke tas. Kamu akan lebih sulit menjelaskan kapasitasnya ketika petugas meminta informasi.

Baca Juga: Cara Agar Tidak Tersesat di Masjidil Haram dengan Mengenali Pintu Keluar

 

Power Bank Harus Masuk Tas Kabin

Power bank termasuk spare lithium battery. Karena itu, kamu tidak boleh memasukkannya ke dalam bagasi tercatat. IATA secara tegas menyebut power bank dan baterai lithium cadangan harus dibawa dalam bagasi kabin. Letakkan power bank di tas kabin yang memang ikut masuk ke dalam pesawat.

Kamu bisa menyimpannya dalam pouch kecil bersama kabel dan perlengkapan elektronik lain. Namun, jangan menjejalkannya di antara barang berat yang dapat menekan atau merusak baterai.

Cara praktisnya:

  • Simpan power bank dalam pouch
  • Pisahkan dari benda logam yang dapat menyentuh terminal
  • Jangan meletakkannya di bagian paling bawah tas
  • Pastikan label kapasitas tetap terlihat
  • Jangan memasukkannya ke koper bagasi

Kalau petugas meminta pemeriksaan, kamu bisa langsung mengambilnya tanpa membongkar seluruh isi tas.

 

Jangan Menaruh Power Bank di Bagasi Saat Tas Kabin Dipindahkan

Tas kabin yang awalnya boleh masuk pesawat terkadang bisa diminta untuk masuk bagasi karena alasan kapasitas atau prosedur operasional maskapai.

IATA mengingatkan penumpang agar mengeluarkan power bank dan perangkat berbaterai lithium sebelum tas kabin dimasukkan ke bagasi tercatat.

Jadi, ketika petugas mengatakan tas harus masuk bagasi, segera periksa bagian yang berisi:

  • Power bank
  • Baterai cadangan
  • Perangkat elektronik penting
  • Perangkat lain yang menggunakan baterai lithium

Khusus power bank, tetap bawa bersama kamu di kabin.

 

Maksimal Membawa Berapa Power Bank?

Panduan penumpang IATA 2026 menetapkan maksimal dua power bank lithium-ion dengan kapasitas masing-masing tidak lebih dari 100 Wh.

Dua unit dengan kapasitas yang sesuai sudah jauh lebih masuk akal daripada membawa beberapa power bank sekaligus.

Kamu bisa mempertimbangkan:

  • Kapasitas sekitar 10.000 mAh untuk penggunaan ringan
  • Kapasitas sekitar 20.000 mAh untuk kebutuhan yang lebih sering
  • Produk dengan label Wh yang jelas
  • Kondisi baterai yang masih baik
  • Ukuran yang mudah disimpan di tas kabin

Sebaiknya lakukan ini sebelum naik pesawat:

  • Isi penuh HP
  • Isi penuh power bank dari rumah
  • Simpan kabel di tas kabin
  • Aktifkan mode hemat baterai jika diperlukan
  • Unduh dokumen perjalanan yang penting
  • Simpan nomor kontak tour leader secara offline

Cara sederhana ini membuat kamu tidak terlalu bergantung pada pengisian daya selama penerbangan.

 

Power Bank Tidak Boleh Dipakai Sembarangan di Pesawat

Panduan IATA 2026 menyebut penumpang tidak boleh menggunakan power bank untuk mengisi perangkat selama taxi, take-off, dan landing. IATA juga menyebut power bank tidak boleh diisi ulang menggunakan sumber listrik pesawat.

Karena itu, jangan menunggu baterai ponsel hampir habis saat pesawat mulai bergerak lalu buru-buru menyambungkan kabel.

Simpan Power Bank di Dekatmu

membawa power bank ke pesawat saat umroh
 

IATA juga merekomendasikan agar power bank tidak disimpan di kompartemen bagasi kabin di atas kepala. Letakkan di tas kecil yang berada dekat dengan kamu sehingga kamu dapat memantau kondisinya.

Kalau power bank terasa sangat panas, mengeluarkan asap, rusak, atau menunjukkan kondisi tidak normal, segera beri tahu awak kabin. Jangan mencoba memperbaikinya sendiri selama penerbangan.

 

Jangan Membawa Power Bank yang Sudah Rusak

Power bank yang casing-nya retak mungkin masih bisa mengisi ponsel. Namun kemampuan mengisi daya bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.

Baterai yang rusak dapat mengalami masalah ketika mengalami tekanan, benturan, atau panas.

Cek Kondisinya Sebelum Berangkat

membawa power bank ke pesawat saat umroh
 

Sebelum memasukkan power bank ke tas, lihat kondisi fisiknya. Jangan gunakan atau bawa produk yang menunjukkan tanda seperti:

  • Casing menggembung
  • Retak atau pecah
  • Port pengisian rusak
  • Kabel atau konektor terbakar
  • Power bank cepat panas tanpa alasan
  • Baterai cepat habis secara tidak wajar
  • Pernah mengalami benturan berat

IATA juga mengingatkan bahwa baterai yang rusak atau tidak ditangani dengan benar dapat mengalami panas berlebih dan menimbulkan risiko kebakaran. Lebih baik mengganti power bank sebelum berangkat daripada mempertaruhkan keamanan selama penerbangan.

Baca Juga: Cara Menyimpan Obat Selama Perjalanan Umroh Agar Tetap Aman

 

Cek Aturan Maskapai Sebelum Berangkat

Aturan penerbangan dapat berbeda berdasarkan maskapai, rute, dan ketentuan operasional masing-masing. IATA sendiri meminta penumpang tetap mengecek kebijakan maskapai yang digunakan karena operator dapat menerapkan ketentuan yang lebih ketat.

Ini penting untuk jamaah umroh karena kamu mungkin menggunakan penerbangan langsung atau penerbangan lanjutan dengan maskapai berbeda.

Sebelum berangkat, cek kembali:

  • Kapasitas power bank dalam Wh
  • Jumlah power bank yang diperbolehkan
  • Ketentuan penyimpanan di kabin
  • Aturan penggunaan selama penerbangan
  • Ketentuan jika tas kabin harus masuk bagasi
  • Aturan maskapai untuk rute yang kamu gunakan

Jangan hanya mengikuti informasi dari teman yang pernah umroh. Maskapai, rute, dan aturan dapat berbeda.

 

Mabruk Membantu Jamaah Menyiapkan Detail Perjalanan

Persiapan umroh sering terasa seperti kumpulan hal kecil. Koper, paspor, obat pribadi, sandal, dokumen, charger, sampai power bank mungkin terlihat sepele satu per satu. Namun ketika semuanya harus siap sebelum berangkat, detail tersebut bisa membuat jamaah bingung jika tidak dipersiapkan sejak awal.

Mabruk Tour membantu jamaah mempersiapkan perjalanan dengan pembekalan dan pendampingan yang lebih terarah. Jamaah tidak hanya memikirkan keberangkatan dan ibadah, tetapi juga bisa memahami berbagai kebutuhan praktis yang akan menemani perjalanan menuju Tanah Suci.

Pilih kapasitas yang sesuai, utamakan power bank dengan label Wh yang jelas, bawa maksimal sesuai aturan terbaru, simpan di tas kabin, jangan masukkan ke bagasi tercatat, dan jangan meletakkannya di kompartemen atas. Sebelum berangkat bersama Mabruk, cek kembali aturan maskapai yang tercantum pada tiket atau kanal resminya.