Mabruk.co.id - Banyak jamaah yang baru pertama kali datang ke Makkah sering memiliki pertanyaan yang sama. Setelah menyelesaikan satu kali umrah, apakah mereka boleh mengambil ihram lagi dan melaksanakan umrah kedua, ketiga, bahkan beberapa kali selama masih berada di Tanah Suci?
Pertanyaan ini muncul karena banyak jamaah melihat rombongan lain berangkat ke Masjid Aisyah di Tan'im untuk mengambil miqat kembali. Sebagian jamaah bahkan mengkhususkan beberapa hari selama program umrah untuk melakukan umrah berulang, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang tua dan keluarga.
Di sisi lain, tidak sedikit jamaah yang justru mendapat informasi berbeda. Ada yang mengatakan semakin banyak umrah semakin baik. Ada pula yang menyarankan agar waktu di Masjidil Haram lebih banyak digunakan untuk tawaf, shalat, dan membaca Al-Qur'an dibanding keluar masuk Tan'im.
Apakah Ada Batas Jumlah Umrah dalam Satu Kali Perjalanan
Secara umum, tidak ada dalil yang menetapkan batas maksimal jumlah umrah dalam satu kali perjalanan. Seseorang boleh melaksanakan lebih dari satu umrah selama memenuhi syarat dan tata cara yang berlaku.
Namun pembahasan para ulama tidak berhenti pada boleh atau tidak boleh. Mereka juga membahas apakah mengulang umrah berkali-kali menjadi pilihan yang paling utama selama berada di Makkah.
Di sinilah banyak jamaah mulai memahami bahwa hukum boleh dan nilai keutamaan tidak selalu berada pada posisi yang sama.
Mengapa Pertanyaan Ini Sangat Sering Muncul?
Mayoritas jamaah Indonesia hanya memiliki kesempatan datang ke Tanah Suci satu atau dua kali dalam hidupnya. Karena kesempatan tersebut sangat berharga, banyak orang ingin memaksimalkan waktu dengan melaksanakan umrah sebanyak mungkin.
Selain itu, banyak jamaah ingin menghadiahkan pahala umrah kepada orang tua yang sudah wafat, pasangan, atau anggota keluarga yang belum memiliki kesempatan datang ke Baitullah.
Kondisi ini membuat pertanyaan mengenai berapa kali boleh umrah dalam satu kali perjalanan selalu muncul hampir di setiap musim keberangkatan.
Mengapa Jamaah Harus Keluar Miqat Jika Ingin Umrah Lagi?
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah anggapan bahwa seseorang dapat langsung berniat umrah kembali dari hotel setelah menyelesaikan umrah pertama. Padahal jamaah yang sudah berada di wilayah Makkah perlu keluar terlebih dahulu menuju area miqat jika ingin memulai umrah baru.
Inilah alasan mengapa banyak jamaah menuju Tan'im setelah menyelesaikan umrah pertama.
Tan'im Menjadi Pilihan Paling Praktis
Tan'im atau yang lebih dikenal jamaah Indonesia sebagai Masjid Aisyah merupakan lokasi yang paling sering digunakan untuk mengambil ihram kembali. Lokasinya relatif dekat dari Masjidil Haram sehingga perjalanan dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Karena alasan inilah sebagian besar jamaah yang ingin mengulang umrah memilih Tan'im dibanding lokasi miqat lainnya.
Ada Miqat Lain Selain Tan'im
Selain Tan'im, jamaah juga dapat mengambil ihram dari Ji'ranah atau Hudaibiyah. Namun kedua lokasi tersebut memiliki jarak yang lebih jauh sehingga tidak sepraktis Tan'im.
Karena itu mayoritas rombongan umrah memilih Tan'im ketika ingin melaksanakan umrah tambahan selama berada di Makkah.
Baca Juga: Tips Packing Bagasi Jamaah - Cara Tidak Overweight Saat Umroh
Mengapa Rasulullah SAW Tidak Mengulang Umrah Berkali Kali
Rasulullah SAW memiliki kesempatan untuk melakukan umrah berkali-kali ketika berada di Makkah. Namun beliau tidak melakukan praktik keluar masuk Tan'im setiap hari untuk memperbanyak jumlah umrah.
Bukan berarti umrah kedua atau ketiga menjadi terlarang. Namun para ulama mengingatkan bahwa keberadaan di Masjidil Haram juga memiliki banyak peluang ibadah lain yang nilainya sangat besar.
Karena itu sebagian ulama memandang memperbanyak tawaf sunnah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan berdoa di Masjidil Haram seringkali lebih utama dibanding menghabiskan waktu untuk perjalanan keluar masuk miqat secara berulang.
Kapan Umrah Kedua Menjadi Pilihan yang Baik?
Meskipun demikian, ada kondisi tertentu yang membuat umrah tambahan menjadi pilihan yang sangat wajar.
Umrah untuk Orang Tua yang Sudah Wafat
Banyak jamaah melaksanakan umrah kedua sebagai bentuk bakti kepada ayah atau ibu yang telah meninggal dunia.
Praktik ini cukup sering dilakukan selama memenuhi ketentuan fikih yang berlaku.
Umrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
Ada juga jamaah yang memiliki program perjalanan cukup panjang sehingga masih memiliki waktu luang setelah menyelesaikan seluruh agenda utama.
Dalam kondisi seperti ini, mengambil miqat kembali untuk melaksanakan umrah tambahan menjadi pilihan yang diperbolehkan.
Jamaah Masih Memiliki Kondisi Fisik yang Baik
Umrah tambahan tetap membutuhkan tenaga. Karena itu jamaah perlu memperhatikan kondisi tubuh sebelum memutuskan keluar menuju miqat dan kembali melaksanakan rangkaian umrah dari awal.
Kesalahan Jamaah Saat Mengejar Banyak Umrah
Banyak jamaah terlalu fokus pada jumlah umrah sehingga melupakan tujuan utama perjalanan ke Tanah Suci.
Beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi antara lain:
- Keluar masuk Tan'im hampir setiap hari
- Mengurangi waktu ibadah di Masjidil Haram
- Mengabaikan kondisi fisik
- Terlalu lelah sebelum agenda ziarah selesai
- Menjadikan jumlah umrah sebagai ukuran keberhasilan perjalanan
Padahal kualitas ibadah tidak selalu diukur dari berapa kali seseorang mengulang umrah selama berada di Makkah. Setelah memahami hal tersebut, banyak jamaah justru memilih menyeimbangkan antara umrah tambahan dan ibadah lain yang dapat dilakukan di Masjidil Haram.
Ibadah yang Sering Memberikan Manfaat Lebih Besar
Banyak pembimbing berpengalaman menyarankan jamaah untuk memanfaatkan waktu di Makkah secara proporsional. Selain umrah tambahan, jamaah masih memiliki banyak kesempatan berharga yang tidak selalu dapat ditemukan ketika sudah kembali ke Indonesia.
Beberapa di antaranya yaitu:
- Tawaf sunnah
- Shalat berjamaah di Masjidil Haram
- Membaca Al-Qur'an
- Berdoa di Multazam
- Berdzikir setelah shalat
- Memperbanyak istighfar
- Mengikuti kajian keislaman
Karena itu jawaban mengenai berapa kali boleh umrah dalam satu kali perjalanan sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan jumlah. Jamaah juga perlu mempertimbangkan bagaimana memanfaatkan waktu di Tanah Suci secara lebih optimal.
Baca Juga: Hikmah Diwajibkannya Haji dalam Islam yang Baru Dipahami Saat Menjadi Jamaah
Mabruk Membantu Jamaah Memahami Prioritas Ibadah di Tanah Suci
Banyak jamaah datang ke Makkah dengan semangat besar untuk memaksimalkan ibadah. Namun tidak semua jamaah memahami prioritas yang tepat selama berada di Tanah Suci.
Karena itu Mabruk Tour tidak hanya membantu proses keberangkatan, tetapi juga memberikan pembekalan manasik dan pendampingan yang membantu jamaah memahami praktik ibadah secara lebih menyeluruh. Jamaah dapat mengetahui kapan umrah tambahan menjadi pilihan yang tepat, bagaimana tata cara mengambil miqat kembali, serta bagaimana mengoptimalkan waktu di Masjidil Haram agar perjalanan ibadah menjadi lebih bermakna.
Pada akhirnya, berapa kali boleh umrah dalam satu kali perjalanan bukan sekadar persoalan angka. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap kesempatan di Makkah digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara yang paling baik dan paling bermanfaat.