
Tawaf Ifadah merupakan salah satu rukun haji yang memiliki kedudukan sangat penting. Tanpa melaksanakan Tawaf Ifadah, ibadah haji tidak dianggap sempurna. Ibadah ini dilakukan setelah jamaah menyelesaikan rangkaian utama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Meski terlihat serupa dengan thawaf lainnya, Tawaf Ifadah memiliki hukum dan makna yang sangat istimewa.
Bagi banyak jamaah, momen Tawaf Ifadah menjadi saat yang penuh haru. Setelah melewati wukuf di Arafah yang menggetarkan jiwa dan lempar jumrah yang penuh makna perjuangan, kini jamaah kembali mengelilingi Ka’bah sebagai bentuk penyempurnaan ibadah. Karena itu, memahami panduan Tawaf Ifadah secara menyeluruh sangat penting agar ibadah berjalan dengan tenang dan sesuai tuntunan syariat.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pengertian, hukum, waktu pelaksanaan, tata cara, hingga adab dalam melaksanakan Tawaf Ifadah, agar Sahabat dapat menjalankannya dengan penuh keyakinan dan keimanan.
Pengertian Tawaf Ifadah dalam Ibadah Haji
Apa Itu Tawaf Ifadah?
Tawaf Ifadah adalah thawaf yang dilakukan setelah jamaah melaksanakan wukuf di Arafah dan kembali dari Mina. Tawaf ini termasuk rukun haji yang wajib dilaksanakan. Jika tidak dilakukan, maka haji tidak sah.
Kata “ifadah” sendiri bermakna kembali atau melimpah. Dalam konteks haji, jamaah kembali ke Masjidil Haram untuk mengelilingi Ka’bah sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah.
Kedudukan Tawaf Ifadah sebagai Rukun Haji
Rukun haji adalah amalan yang tidak boleh ditinggalkan. Berbeda dengan wajib haji yang dapat diganti dengan dam (denda) jika terlewat, rukun haji tidak bisa diganti dengan apa pun. Karena itu, Tawaf Ifadah harus benar-benar dipahami dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
Waktu Pelaksanaan Tawaf Ifadah
Kapan Tawaf Ifadah Dilakukan?
Tawaf Ifadah dilakukan setelah wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dan setelah jamaah melaksanakan lempar jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah. Biasanya dilakukan pada hari Nahr (10 Dzulhijjah) atau hari-hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah).
Batas Akhir Tawaf Ifadah
Mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak ada batas akhir yang sangat sempit selama masih dalam rangkaian ibadah haji dan belum meninggalkan Makkah secara permanen. Namun, sebaiknya tidak menunda tanpa alasan yang jelas agar tidak menyulitkan diri sendiri.
Tata Cara Tawaf Ifadah yang Benar
1. Suci dari Hadats
Sebelum melaksanakan Tawaf Ifadah, jamaah harus dalam keadaan suci dari hadats besar maupun kecil. Berwudhu terlebih dahulu dan memastikan pakaian bersih dari najis adalah syarat sah thawaf.
2. Menutup Aurat
Aurat harus tertutup dengan sempurna sesuai ketentuan syariat. Bagi laki-laki yang masih mengenakan ihram, pastikan kain ihram terpasang dengan baik.
3. Niat Tawaf Ifadah
Niat dilakukan di dalam hati saat memulai thawaf. Niat menjadi pembeda antara Tawaf Ifadah dan thawaf lainnya.
4. Memulai dari Hajar Aswad
Putaran thawaf dimulai dari sejajar dengan Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama. Setiap putaran dihitung satu kali, dan totalnya adalah tujuh putaran.
5. Mengelilingi Ka’bah Berlawanan Arah Jarum Jam
Ka’bah harus berada di sebelah kiri selama thawaf berlangsung. Pastikan jalur thawaf tidak memotong bagian dalam Hijr Ismail karena itu termasuk bagian dari Ka’bah.
6. Tidak Perlu Berlari Kecil
Berbeda dengan thawaf qudum, dalam Tawaf Ifadah tidak disunnahkan berlari kecil (raml). Lakukan dengan langkah tenang dan penuh kekhusyukan.
7. Shalat Sunnah Setelah Tawaf
Setelah menyelesaikan tujuh putaran, dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan.
8. Sa’i Jika Belum Dilaksanakan
Bagi jamaah yang mengambil haji tamattu’ atau qiran dan belum melakukan sa’i setelah Tawaf Ifadah, maka sa’i dilakukan setelahnya.
Perbedaan Tawaf Ifadah dengan Tawaf Lainnya
Tawaf Qudum
Dilakukan saat pertama kali tiba di Makkah bagi jamaah haji ifrad atau qiran. Hukumnya sunnah.
Tawaf Wada’
Dilakukan sebelum meninggalkan Makkah sebagai bentuk perpisahan dengan Baitullah. Hukumnya wajib bagi yang bukan penduduk Makkah.
Tawaf Ifadah
Termasuk rukun haji dan tidak bisa digantikan. Inilah thawaf yang menyempurnakan haji.
Memahami perbedaan ini membantu jamaah menjalankan ibadah dengan tertib dan sesuai aturan.
Adab dalam Melaksanakan Tawaf Ifadah
Menjaga Kekhusyukan
Tawaf bukan sekadar berjalan mengelilingi Ka’bah, tetapi ibadah yang penuh makna. Hindari percakapan yang tidak perlu dan fokuslah pada dzikir serta doa.
Tidak Berdesakan Berlebihan
Keinginan untuk mencium Hajar Aswad tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Jika tidak memungkinkan, cukup memberi isyarat dari jauh.
Bersikap Sabar dan Tenang
Kepadatan jamaah sering kali membuat suasana penuh tantangan. Kesabaran menjadi kunci agar ibadah tetap khusyuk.
Makna Keimanan dalam Tawaf Ifadah
Tawaf Ifadah adalah simbol ketaatan total kepada Allah SWT. Mengelilingi Ka’bah tujuh kali mencerminkan kepatuhan tanpa syarat, sebagaimana malaikat mengelilingi Arasy.
Setiap langkah dalam thawaf mengajarkan bahwa pusat kehidupan seorang Muslim adalah Allah SWT. Ka’bah menjadi arah kiblat, tetapi hati tetap tertuju kepada Sang Pencipta.
Tawaf juga mengingatkan bahwa hidup berputar, namun tujuan tetap satu: mencari ridha Allah SWT.
Tips Agar Tawaf Ifadah Lebih Nyaman
Pilih Waktu yang Tidak Terlalu Padat
Jika memungkinkan, lakukan Tawaf Ifadah pada waktu yang relatif lebih sepi, seperti malam hari.
Jaga Stamina
Pastikan tubuh dalam kondisi prima. Minum cukup air dan istirahat sebelum berangkat ke Masjidil Haram.
Gunakan Sandal yang Nyaman
Sandal yang empuk membantu mengurangi kelelahan saat berjalan.
Ikuti Arahan Pembimbing
Berjalan bersama rombongan memudahkan koordinasi dan mengurangi risiko terpisah.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Tawaf Ifadah
-
Tidak menjaga wudhu selama thawaf.
-
Salah menghitung putaran.
-
Masuk ke area Hijr Ismail saat mengelilingi Ka’bah.
-
Terlalu sibuk mengambil foto hingga melupakan dzikir.
Menghindari kesalahan ini membantu ibadah menjadi lebih sempurna.
Hikmah Besar dari Tawaf Ifadah
Tawaf Ifadah bukan sekadar rukun haji, tetapi simbol pembaruan diri. Setelah melalui Arafah yang penuh doa dan Mina yang sarat perjuangan, jamaah kembali ke Ka’bah dengan hati yang lebih bersih.
Ibadah ini menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen hidup dalam ketaatan. Setiap putaran adalah doa, setiap langkah adalah harapan.
Semoga setelah menyelesaikan Tawaf Ifadah, hati menjadi lebih tenang dan keimanan semakin kokoh.
Menjadikan Tawaf Ifadah sebagai Titik Awal Perubahan
Setelah haji selesai, pelajaran dari Tawaf Ifadah harus terus hidup dalam keseharian. Ketika hati selalu merasa dekat dengan Allah SWT, maka perilaku pun akan lebih terjaga.
Haji mabrur bukan hanya terlihat dari ritual yang dijalankan, tetapi dari perubahan akhlak setelah kembali ke tanah air.
Tawaf Ifadah adalah rukun haji yang menyempurnakan perjalanan ibadah di Tanah Suci. Dengan memahami tata cara, waktu pelaksanaan, serta adab yang harus dijaga, Sahabat dapat menjalankannya dengan penuh ketenangan dan keyakinan.
Setiap langkah dalam thawaf adalah bukti cinta dan ketaatan kepada Allah SWT. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah dan menjadikan haji sebagai sarana penguat keimanan serta pembuka pintu keberkahan dalam kehidupan.
Bagi Sahabat yang ingin mempersiapkan diri sebelum berhaji dengan menjalani ibadah umroh yang terarah dan penuh bimbingan, Mabruk Tour menghadirkan program umroh dengan pendampingan profesional dan pembinaan ibadah yang menyeluruh. Perjalanan yang nyaman dan edukatif membantu jamaah memahami setiap rangkaian ibadah dengan lebih baik.
Kunjungi www.mabruk.co.id untuk memperoleh informasi lengkap mengenai program umroh bersama Mabruk Tour. Semoga Allah SWT memudahkan langkah menuju Baitullah dan memberikan kesempatan untuk kembali ke Tanah Suci dalam keadaan yang lebih baik dan penuh keimanan.