
Ibadah haji adalah perjalanan suci yang dipenuhi dengan berbagai rangkaian ibadah yang memiliki makna mendalam bagi kehidupan seorang muslim. Setiap tahapannya tidak hanya menjadi ritual ibadah semata, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji adalah Tawaf Ifadah. Tawaf ini termasuk rukun haji, yang berarti jika tidak dilaksanakan maka ibadah haji tidak sah. Karena kedudukannya sangat penting, setiap jamaah haji perlu memahami tata cara Tawaf Ifadah dengan benar sesuai tuntunan syariat.
Bagi banyak jamaah, momen melaksanakan Tawaf Ifadah menjadi pengalaman yang sangat mengharukan. Berjalan mengelilingi Ka'bah bersama jutaan muslim dari berbagai penjuru dunia memberikan rasa kebersamaan yang luar biasa sekaligus menguatkan keimanan kepada Allah SWT.
Agar ibadah ini dapat dilaksanakan dengan khusyuk dan benar, artikel ini akan membahas secara lengkap tata cara Tawaf Ifadah yang wajib dilakukan jamaah, mulai dari pengertian, waktu pelaksanaan, syarat-syaratnya, hingga langkah-langkah pelaksanaannya.
Pengertian Tawaf Ifadah
Tawaf Ifadah adalah tawaf yang dilakukan oleh jamaah haji sebagai salah satu rukun haji setelah melaksanakan beberapa rangkaian ibadah di Mina, seperti melempar Jumrah Aqabah dan tahallul.
Secara bahasa, kata tawaf berarti mengelilingi. Dalam ibadah haji, tawaf dilakukan dengan cara mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran dengan arah berlawanan jarum jam, dimulai dari Hajar Aswad.
Tawaf Ifadah sering juga disebut sebagai:
Karena termasuk rukun haji, maka tawaf ini tidak bisa diganti dengan dam jika ditinggalkan. Jamaah haji wajib melaksanakannya agar ibadah hajinya sah.
Waktu Pelaksanaan Tawaf Ifadah
Waktu pelaksanaan Tawaf Ifadah dimulai setelah jamaah haji selesai melaksanakan lempar Jumrah Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Sebagian jamaah melaksanakan Tawaf Ifadah pada hari yang sama setelah tahallul, sementara sebagian lainnya melakukannya pada hari-hari tasyrik.
Secara umum, waktu pelaksanaan Tawaf Ifadah adalah:
Namun sebagian ulama menjelaskan bahwa Tawaf Ifadah masih boleh dilakukan setelah hari tasyrik jika terdapat kendala tertentu.
Meskipun demikian, melaksanakannya lebih awal tetap lebih dianjurkan agar rangkaian ibadah haji dapat segera disempurnakan.
Syarat Sah Tawaf Ifadah
Sebelum melaksanakan Tawaf Ifadah, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi agar tawaf menjadi sah.
1. Berada dalam Keadaan Suci
Jamaah harus berada dalam kondisi suci dari hadas kecil dan hadas besar.
Artinya, sebelum tawaf jamaah perlu:
Jika wudhu batal di tengah tawaf, maka jamaah perlu mengulang wudhu sebelum melanjutkan putaran berikutnya.
2. Menutup Aurat
Syarat sah tawaf lainnya adalah menutup aurat.
Bagi jamaah laki-laki, aurat yang harus ditutup adalah antara pusar hingga lutut. Sementara bagi perempuan, seluruh tubuh harus tertutup kecuali wajah dan telapak tangan.
3. Dilakukan di Masjidil Haram
Tawaf hanya sah jika dilakukan mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram.
Meski saat ini area tawaf memiliki beberapa lantai, seluruh area tersebut masih termasuk bagian dari Masjidil Haram sehingga tawaf tetap sah dilakukan di lantai mana pun selama masih berada dalam area yang ditentukan.
4. Mengelilingi Ka'bah Sebanyak Tujuh Putaran
Tawaf harus dilakukan sebanyak tujuh putaran penuh.
Jika kurang dari tujuh putaran, maka tawaf belum dianggap selesai dan harus dilanjutkan hingga jumlahnya lengkap.
Tata Cara Tawaf Ifadah yang Benar
Setelah memahami syarat-syaratnya, berikut langkah-langkah tata cara Tawaf Ifadah yang benar sesuai tuntunan syariat.
1. Memulai Tawaf dari Hajar Aswad
Tawaf dimulai dari sudut Ka'bah yang terdapat Hajar Aswad.
Saat berada di garis sejajar dengan Hajar Aswad, jamaah memulai tawaf dengan niat di dalam hati untuk melaksanakan Tawaf Ifadah.
Jika memungkinkan, jamaah dapat:
Karena kondisi sering sangat ramai, sebagian jamaah cukup memberi isyarat dari kejauhan.
2. Mengelilingi Ka'bah Sebanyak Tujuh Putaran
Setelah memulai dari Hajar Aswad, jamaah berjalan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran.
Arah tawaf adalah berlawanan dengan arah jarum jam, dengan posisi Ka'bah selalu berada di sebelah kiri.
Setiap putaran dihitung ketika jamaah kembali melewati garis sejajar dengan Hajar Aswad.
Selama tawaf, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak:
-
Dzikir
-
Doa
-
Membaca Al-Qur'an
-
Istighfar
Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca dalam setiap putaran. Jamaah bebas membaca doa apa saja yang diinginkan.
3. Berdoa di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Salah satu doa yang dianjurkan saat tawaf dibaca ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, yaitu:
“Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar.”
Artinya:
"Ya Tuhan kami, berikanlah kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka."
Doa ini menjadi salah satu doa yang paling sering dibaca oleh jamaah saat melaksanakan tawaf.
4. Menyelesaikan Putaran Ketujuh
Setelah menyelesaikan tujuh putaran, tawaf dianggap selesai.
Putaran terakhir juga berakhir di garis sejajar dengan Hajar Aswad.
Setelah itu jamaah dianjurkan keluar dari area tawaf dengan tertib agar tidak mengganggu jamaah lainnya yang sedang melaksanakan ibadah.
5. Melaksanakan Shalat Sunnah Tawaf
Setelah selesai tawaf, jamaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat.
Shalat ini biasanya dilakukan di dekat Maqam Ibrahim, jika memungkinkan.
Namun jika kondisi sangat ramai, shalat dapat dilakukan di area lain di dalam Masjidil Haram.
Pada rakaat pertama dianjurkan membaca:
-
Surah Al-Fatihah
-
Surah Al-Kafirun
Pada rakaat kedua dianjurkan membaca:
-
Surah Al-Fatihah
-
Surah Al-Ikhlas
6. Meminum Air Zamzam
Setelah shalat sunnah tawaf, jamaah dianjurkan meminum air Zamzam.
Air Zamzam dikenal sebagai air yang penuh keberkahan. Banyak jamaah memanfaatkan momen ini untuk memanjatkan doa dan harapan kepada Allah SWT.
7. Melaksanakan Sa'i (Jika Belum Dilakukan)
Bagi jamaah yang melaksanakan haji tamattu’, biasanya sa'i sudah dilakukan setelah tawaf umroh.
Namun bagi jamaah yang melaksanakan haji ifrad atau qiran, sa'i biasanya dilakukan setelah Tawaf Ifadah.
Sa'i dilakukan dengan berjalan antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Hikmah Tawaf Ifadah
Tawaf Ifadah bukan hanya rangkaian ritual, tetapi juga memiliki banyak hikmah yang memperkuat keimanan.
1. Mengingat Kebesaran Allah SWT
Melihat Ka'bah dari dekat dan mengelilinginya bersama jutaan muslim memberikan pengalaman yang sangat mengharukan.
Momen ini mengingatkan bahwa seluruh manusia adalah hamba Allah yang sama di hadapan-Nya.
2. Simbol Ketundukan kepada Allah
Gerakan mengelilingi Ka'bah melambangkan kepatuhan total seorang hamba kepada Allah SWT.
Segala aktivitas kehidupan seorang muslim seharusnya berpusat pada ketaatan kepada Allah.
3. Menguatkan Persaudaraan Umat Islam
Tawaf mempertemukan muslim dari berbagai bangsa, bahasa, dan budaya.
Hal ini menjadi simbol kuat bahwa umat Islam adalah satu keluarga besar yang dipersatukan oleh keimanan.
Tips Agar Tawaf Lebih Nyaman
Melaksanakan tawaf di tengah jutaan jamaah tentu membutuhkan kesiapan yang baik.
Beberapa tips berikut dapat membantu jamaah menjalani tawaf dengan lebih nyaman.
-
Pilih waktu tawaf yang tidak terlalu padat
-
Tetap bersama rombongan
-
Gunakan alas kaki yang nyaman jika tawaf di lantai atas
-
Minum air yang cukup agar tidak kelelahan
-
Tetap tenang dan tidak terburu-buru
Dengan persiapan yang baik, tawaf dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan penuh ketenangan.
Melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji tentu membutuhkan pemahaman yang baik agar setiap tahap dapat dilakukan dengan benar sesuai tuntunan syariat. Dengan bimbingan yang tepat, jamaah dapat menjalani setiap ibadah mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga Tawaf Ifadah dengan lebih tenang dan penuh makna keimanan.
Bagi Sahabat yang memiliki impian untuk berkunjung ke Tanah Suci, memilih penyelenggara perjalanan yang amanah dan berpengalaman menjadi langkah penting. Program perjalanan ibadah bersama Mabruk Tour dirancang untuk membantu jamaah memahami setiap rangkaian ibadah secara mendalam sehingga perjalanan ke Tanah Suci menjadi lebih nyaman, terarah, dan penuh keberkahan.
Sahabat dapat menemukan berbagai pilihan program umroh terbaik dengan fasilitas yang nyaman serta bimbingan ibadah yang lengkap bersama Mabruk Tour. Untuk mengetahui informasi paket perjalanan dan jadwal keberangkatan terbaru, Sahabat dapat mengunjungi website resmi di www.mabruk.co.id dan mulai merencanakan perjalanan ibadah menuju Baitullah dengan penuh keimanan. Semoga langkah menuju Tanah Suci menjadi perjalanan yang membawa keberkahan dalam kehidupan.