Informasi Umrah

Semua informasi suputar ibadah umrah dan haji

Tata Cara Tawaf Sesuai Sunnah Saat Mengelilingi Ka'bah

Tata Cara Tawaf Sesuai Sunnah
 

mabruk.co.id - Banyak calon jamaah membayangkan tawaf sebagai ibadah yang mudah. Cukup berjalan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran, lalu melanjutkan rangkaian umroh berikutnya. Gambaran tersebut memang tidak salah, tetapi kondisi yang ditemui di Masjidil Haram sering kali jauh lebih kompleks daripada yang dibayangkan.

Saat memasuki area thawaf, jamaah akan berhadapan dengan arus manusia yang bergerak tanpa henti. Sebagian orang berusaha mendekati Hajar Aswad. Sebagian lain mencari ruang yang lebih nyaman untuk berjalan. 

Apakah tawaf harus dimulai tepat di depan Hajar Aswad? Apakah semua jamaah perlu mencium Hajar Aswad? Bacaan apa yang dianjurkan selama tawaf? Bagaimana jika hitungan putaran terlewat karena terlalu fokus berdoa atau terbawa suasana haru?

 

Memahami Kedudukan Tawaf dalam Ibadah Umroh

Di antara seluruh rangkaian ibadah umroh, tawaf menjadi salah satu momen yang paling dinantikan jamaah. Tidak sedikit orang yang menahan haru ketika pertama kali melihat Ka'bah lalu berjalan mengelilinginya bersama ribuan muslim dari berbagai negara.

Rasulullah SAW. memberikan perhatian besar terhadap pelaksanaan tawaf. Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa jamaah perlu memahami tata cara tawaf sesuai sunnah agar ibadah yang dilakukan tidak hanya sah, tetapi juga sesuai dengan tuntunan yang diajarkan Rasulullah SAW.

Menariknya, sebagian kesalahan saat tawaf bukan terjadi karena kurangnya niat beribadah. Banyak kesalahan justru muncul karena jamaah belum memahami kondisi nyata yang akan ditemui di sekitar Ka'bah.

 

Syarat Sah Tawaf yang Perlu Dipenuhi Sebelum Memulai

Sebelum menjalankan tata cara tawaf sesuai sunnah, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan terlebih dahulu. Bagian ini sering dianggap sederhana, padahal menjadi fondasi penting sebelum memulai putaran pertama.

Beberapa syarat sah tawaf meliputi:

  • Suci dari hadas kecil dan hadas besar
  • Menutup aurat sesuai ketentuan syariat
  • Tawaf dilakukan sebanyak tujuh putaran penuh
  • Ka'bah berada di sebelah kiri selama tawaf
  • Dilaksanakan di area Masjidil Haram
  • Tidak melewati bagian dalam Hijir Ismail

Banyak pembimbing umroh mengingatkan jamaah untuk memeriksa kembali kondisi wudhu sebelum memasuki area tawaf. Hal ini karena perjalanan dari hotel menuju Masjidil Haram sering memakan waktu yang cukup panjang, terutama saat musim ramai.

Baca Juga: Tips Memilih Travel Umroh - Bukan Sekadar Mencari Paket Keberangkatan

 

Tata Cara Tawaf Sesuai Sunnah dari Awal Sampai Selesai

Setelah seluruh syarat terpenuhi, jamaah dapat mulai menjalankan tata cara tawaf sesuai sunnah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Memulai Tawaf dari Hajar Aswad

Tata Cara Tawaf Sesuai Sunnah
 

Tawaf dimulai dari posisi sejajar dengan Hajar Aswad. Saat berada di titik tersebut, jamaah dapat melakukan istilam sambil membaca:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

Bismillahi Allahu Akbar.

Artinya:

"Dengan nama Allah, Allah Maha Besar."

Apabila kondisi memungkinkan, jamaah dapat mencium Hajar Aswad. Namun jika area sangat padat, cukup memberi isyarat ke arah Hajar Aswad tanpa memaksakan diri mendekat.

Mengelilingi Ka'bah Sebanyak Tujuh Putaran

Tata Cara Tawaf Sesuai Sunnah
 

Setelah melewati titik Hajar Aswad, jamaah mulai berjalan berlawanan arah jarum jam dengan posisi Ka'bah berada di sebelah kiri. Satu putaran dihitung ketika jamaah kembali ke titik awal di Hajar Aswad.

Proses ini dilakukan hingga tujuh putaran penuh.

Bagi jamaah laki-laki yang melaksanakan tawaf umroh, terdapat sunnah ramal pada tiga putaran pertama, yaitu berjalan lebih cepat dengan langkah pendek sambil menunjukkan semangat. Empat putaran berikutnya dilakukan dengan berjalan normal.

Mengusap Rukun Yamani

Tata Cara Tawaf Sesuai Sunnah
 

Saat melewati Rukun Yamani, jamaah disunnahkan mengusapnya apabila memungkinkan. Namun berbeda dengan Hajar Aswad, jamaah tidak dianjurkan mencium Rukun Yamani.

Jika kondisi terlalu ramai, jamaah cukup melanjutkan perjalanan tanpa perlu memberi isyarat tertentu.

 

Bacaan Tawaf Sesuai Sunnah yang Perlu Dipahami Jamaah

Salah satu kesalahpahaman yang paling sering terjadi adalah anggapan bahwa setiap putaran memiliki doa khusus yang wajib dibaca.

Padahal Rasulullah SAW tidak menetapkan bacaan tertentu untuk putaran pertama hingga ketujuh.

Karena itu, selama menjalankan tata cara tawaf sesuai sunnah, jamaah dapat memperbanyak:

  • Dzikir
  • Istighfar
  • Takbir
  • Tahlil
  • Shalawat
  • Membaca Al-Qur'an
  • Doa sesuai kebutuhan pribadi

Doa Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

Tata Cara Tawaf Sesuai Sunnah
 

Ada satu doa yang diriwayatkan dibaca Rasulullah SAW saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah waqinaa 'adzaabannaar’.

Artinya:

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka."

Doa Pribadi Menjadi Bagian Penting Tawaf

Tata Cara Tawaf Sesuai Sunnah
 

Banyak jamaah terlalu fokus menghafal bacaan hingga lupa bahwa tawaf merupakan momen istimewa untuk bermunajat kepada Allah.

Karena itu, jamaah dapat memanfaatkan setiap putaran untuk memohon berbagai kebaikan.

Beberapa doa yang sering dipanjatkan saat tawaf antara lain:

  • Ampunan dosa
  • Kesehatan keluarga
  • Kemudahan rezeki
  • Keberkahan usaha
  • Jodoh yang baik
  • Kesempatan kembali ke Tanah Suci
  • Husnul khatimah

Pemahaman ini penting karena masih banyak jamaah yang merasa tawafnya kurang sempurna jika tidak menghafal tujuh doa berbeda. 

Baca Juga: Manfaat Manasik Umroh yang Baru Terasa Setelah Tiba di Tanah Suci

 

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Tawaf

Meski terlihat sederhana, ada beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan jamaah ketika menjalankan tawaf.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Berhenti mendadak di tengah arus jamaah
  • Memaksakan diri mencium Hajar Aswad saat kondisi sangat padat
  • Salah menghitung jumlah putaran
  • Berjalan melawan arah tawaf
  • Terlalu sibuk mengambil foto dan video
  • Mengobrol tanpa kebutuhan selama tawaf
  • Tidak memahami titik awal dan akhir putaran

Sebagian besar kesalahan tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui manasik yang baik sebelum keberangkatan.

 

Apa yang Dilakukan Jika Lupa Jumlah Putaran Tawaf?

Lupa jumlah putaran merupakan kejadian yang cukup umum saat menjalankan tawaf. Bahkan kondisi ini tidak hanya dialami jamaah yang baru pertama kali umroh. Jamaah yang sudah beberapa kali datang ke Tanah Suci pun terkadang mengalami hal yang sama. 

Sebagai contoh, jika seseorang ragu antara putaran lima atau enam, tetapi lebih yakin masih berada pada putaran lima, maka yang diambil adalah hitungan lima.

Untuk membantu menjaga hitungan, sebagian jamaah menggunakan cara berikut:

  • Mengingat melalui ruas jari
  • Menggunakan penghitung digital
  • Menandai setiap putaran dengan dzikir tertentu
  • Mengikuti arahan pembimbing

Cara sederhana seperti ini sering membantu jamaah menjaga konsentrasi tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah.

 

Shalat Dua Rakaat Setelah Tawaf

Setelah menyelesaikan tujuh putaran, jamaah disunnahkan melaksanakan shalat dua rakaat.

Jika memungkinkan, shalat dilakukan di belakang Maqam Ibrahim. Namun ketika area tersebut sangat padat, jamaah dapat melaksanakannya di bagian lain Masjidil Haram. 

Banyak ulama menganjurkan membaca:

  • Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama
  • Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua

Setelah shalat, jamaah dapat memperbanyak doa sebelum melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya.

 

Minum Air Zamzam dan Bersiap Menuju Sa'i

Tahapan setelah tawaf yang sering dilakukan jamaah adalah meminum air Zamzam.

Banyak jamaah memanfaatkan momen ini untuk berdoa karena air Zamzam memiliki keutamaan tersendiri dalam berbagai riwayat. Setelah itu jamaah melanjutkan perjalanan menuju Bukit Shafa untuk memulai sa'i apabila sedang melaksanakan umroh.

Inilah mengapa memahami tata cara tawaf sesuai sunnah secara utuh sangat penting. Jamaah bukan hanya mengetahui urutan ibadah, tetapi juga memahami makna serta praktik yang benar di lapangan.

 

Menjalankan Tawaf Lebih Tenang dengan Persiapan yang Baik

Banyak jamaah baru memahami pentingnya mempelajari tata cara tawaf sesuai sunnah setelah mereka benar-benar berada di depan Ka'bah. Saat harus menentukan titik awal putaran, menghadapi keramaian, menghitung jumlah putaran, hingga memahami bacaan yang dianjurkan, seluruh materi yang dipelajari sebelum keberangkatan mulai terasa manfaatnya.

Karena itu, persiapan ibadah tidak sebaiknya dilakukan sesaat sebelum berangkat. Pemahaman yang baik akan membantu jamaah menjalankan tawaf dengan lebih yakin, lebih tenang, dan lebih fokus pada ibadah.

Melalui program umroh dan haji di Mabruk Tour, jamaah tidak hanya mendapatkan layanan perjalanan menuju Tanah Suci. Jamaah juga memperoleh pembekalan manasik yang membantu memahami praktik ibadah secara lebih mendalam, termasuk tata cara tawaf sesuai sunnah yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW. 

Dengan bekal yang tepat, setiap langkah mengelilingi Ka'bah dapat menjadi momen ibadah yang lebih bermakna dan penuh kekhusyukan.