mabruk.co.id - Tawaf selesai setelah jamaah menyempurnakan tujuh putaran mengelilingi Ka’bah. Namun, rangkaian ibadah umroh belum berakhir karena setelah tawaf masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum melanjutkan ke sa’i.
Bagi jamaah yang baru pertama kali umroh, tahap ini terkadang menimbulkan kebingungan. Ada yang langsung mencari jalur menuju Shafa, ingin minum Zamzam terlebih dahulu, dan yang perlu duduk karena sudah cukup lelah setelah tawaf. Sebenarnya, apa yang dilakukan setelah selesai tawaf tidak harus membuat jamaah terburu-buru.
Jamaah dapat melanjutkan dengan shalat dua rakaat setelah tawaf, kemudian minum Zamzam dan bersiap menuju tempat sa’i. Namun, pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi Masjidil Haram, kepadatan jamaah, serta kemampuan fisik masing-masing.
Shalat Dua Rakaat Setelah Tawaf
Salah satu amalan yang dilakukan setelah menyelesaikan tawaf adalah shalat dua rakaat. Shalat ini dikenal sebagai shalat sunnah tawaf dan dikerjakan setelah tujuh putaran selesai.
Tempat yang utama untuk melaksanakan shalat dua rakaat adalah di belakang Maqam Ibrahim apabila memungkinkan. Namun, jamaah tidak perlu memaksakan diri berdiri tepat di belakang Maqam Ibrahim ketika area tersebut penuh atau berdesakan.
Maqam Ibrahim merupakan tempat yang memiliki kedudukan khusus dalam rangkaian ibadah di sekitar Ka’bah. Meski demikian, mengejar posisi sedekat mungkin dengan Maqam Ibrahim bukan alasan untuk mendorong atau membahayakan diri sendiri maupun jamaah lain.
Bagi jamaah lansia, pengguna kursi roda, atau orang yang baru selesai menjalani tawaf dalam kondisi lelah, keselamatan dan kemampuan fisik perlu menjadi pertimbangan. Jika kondisi terlalu padat, ikuti arahan pembimbing dan cari tempat yang lebih aman untuk shalat.
Minum Zamzam Setelah Tawaf
Setelah menyelesaikan shalat, jamaah dapat memanfaatkan waktu untuk minum air Zamzam. Air Zamzam tersedia di berbagai titik di kawasan Masjidil Haram sehingga jamaah tidak perlu memaksakan diri mencari satu lokasi tertentu jika tempat tersebut sedang ramai.
Minum Zamzam juga dapat menjadi kesempatan untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan sa’i. Jamaah yang merasa haus setelah berjalan mengelilingi Ka’bah sebaiknya tidak menunda minum hanya karena ingin segera mengejar rombongan.
Jika membawa botol, tetap perhatikan ketentuan mengenai tempat pengambilan dan jenis wadah yang diperbolehkan. Jangan mengambil air dari area yang memang tidak diperuntukkan bagi pengunjung.
Selain itu, jamaah tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama jika kondisi rombongan sudah mengharuskan segera berpindah. Ikuti arahan pembimbing agar seluruh anggota rombongan tetap mudah dikoordinasikan.
Baca Juga: Bolehkah Tawaf & Sa’i Menggunakan Kursi Roda? Ini Ketentuannya
Setelah Tawaf Apakah Harus Langsung Sa’i?
Tidak berarti jamaah harus langsung berlari menuju tempat sa’i begitu tawaf selesai. Ada beberapa amalan yang memang dilakukan terlebih dahulu, seperti shalat dua rakaat setelah tawaf, kemudian jamaah dapat bersiap menuju Shafa untuk memulai sa’i.
Namun, kondisi di lapangan tidak selalu memungkinkan semuanya berlangsung tanpa jeda. Jamaah mungkin perlu mencari anggota rombongan, minum, ke toilet, menunggu lansia, atau memulihkan tenaga terlebih dahulu.
Jika Ingin Istirahat Dulu
Jamaah yang merasa sangat lelah setelah tawaf dapat beristirahat terlebih dahulu. Terutama bagi lansia atau jamaah yang memiliki keterbatasan fisik, memaksakan diri melanjutkan sa’i ketika tubuh sudah tidak kuat justru dapat meningkatkan risiko jatuh, dehidrasi, atau kondisi kesehatan memburuk.
Istirahat sebaiknya dilakukan di tempat yang aman dan tidak menghalangi jalur jamaah lain. Jika bersama rombongan, segera beri tahu pembimbing atau tour leader bahwa kamu membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga.
Jangan memilih tempat hanya karena terlihat kosong. Area Masjidil Haram memiliki arus pergerakan jamaah yang padat sehingga posisi duduk yang kurang tepat dapat menyulitkan kamu maupun jamaah lain.
Persiapan Menuju Sa’i
Setelah tawaf dan shalat selesai, jamaah dapat mulai bersiap menuju Shafa untuk melaksanakan sa’i. Pada tahap ini, tidak ada alasan untuk panik jika jamaah membutuhkan waktu sebentar untuk mengatur kembali barang bawaan atau memastikan posisi rombongan.
Sa’i membutuhkan tenaga karena jamaah akan melakukan perjalanan antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Karena itu, kondisi tubuh setelah tawaf perlu diperhatikan sebelum melanjutkan.
Apakah Harus Langsung Menuju Shafa?
Jamaah tidak perlu merasa harus langsung berlari menuju Shafa begitu tawaf selesai. Ada shalat dua rakaat yang dilakukan setelah tawaf dan jamaah juga dapat memenuhi kebutuhan yang wajar sebelum memulai sa’i.
Jika membutuhkan waktu sebentar untuk minum, ke toilet, mencari pendamping, atau mengatur kembali barang, komunikasikan dengan pembimbing. Yang penting, jangan meninggalkan rombongan tanpa memberi tahu siapa pun.
Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Sa’i?
Sebelum menuju area sa’i, periksa kembali kondisi diri dan barang bawaan. Pastikan ponsel masih memiliki baterai dan kamu mengetahui posisi pembimbing.
Beberapa hal yang sebaiknya dicek:
Persiapan kecil seperti ini akan sangat membantu ketika area Masjidil Haram sedang ramai.
Bagaimana Jika Masih Terasa Lelah?
Jika tubuh masih terlalu lelah setelah tawaf, jangan memaksakan diri hanya karena takut tertinggal. Sampaikan kondisi kepada pembimbing atau pendamping agar dapat dicarikan solusi.
Terutama untuk jamaah lansia, kondisi fisik sebaiknya menjadi pertimbangan utama. Sa’i masih membutuhkan tenaga sehingga lebih baik memulihkan kondisi terlebih dahulu daripada memaksakan berjalan ketika tubuh sudah tidak stabil.
Bagaimana Jika Jamaah Lansia Terlalu Lelah Setelah Tawaf?
Jamaah lansia memiliki kebutuhan yang berbeda. Tujuh putaran tawaf dapat menguras tenaga, apalagi jika dilakukan ketika area masjid sedang padat dan jamaah harus terus menyesuaikan kecepatan dengan kondisi sekitar.
Pendamping juga perlu membantu hal-hal praktis seperti mencari tempat istirahat yang sesuai, membawa barang, menyediakan minum, dan memastikan lansia tidak berjalan sendirian di tengah keramaian.
Jika sejak sebelum keberangkatan sudah diketahui bahwa jamaah memiliki keterbatasan mobilitas, kebutuhan kursi roda atau fasilitas pendukung lainnya sebaiknya dibicarakan bersama travel dan pembimbing. Dengan persiapan tersebut, jamaah tidak perlu baru mencari solusi ketika sudah kelelahan di Masjidil Haram.
Baca Juga: Terpisah dari Rombongan Umroh? Ini yang Harus Dilakukan & Doanya
Jangan Terburu-buru Setelah Tawaf
Tahap setelah tawaf memang terlihat sederhana, tetapi jamaah tetap perlu mengatur tenaga karena sa’i masih harus dilakukan sebelum rangkaian umroh berlanjut ke tahallul.
Urutannya dapat dipahami secara sederhana: selesaikan tujuh putaran tawaf, lakukan shalat dua rakaat, minum Zamzam bila diperlukan, kemudian bersiap menuju Shafa untuk sa’i. Jika membutuhkan waktu untuk kebutuhan yang wajar atau memulihkan kondisi fisik, komunikasikan dengan pembimbing dan jangan memaksakan diri.
Mabruk Tour membantu jamaah mempersiapkan rangkaian ibadah melalui pembekalan dan pendampingan selama perjalanan. Pemahaman mengenai apa yang dilakukan setelah selesai tawaf juga penting dibahas sebelum berangkat, terutama bagi jamaah yang baru pertama kali menjalankan umroh atau bepergian bersama orang tua.
Dengan mengetahui tahap setelah tawaf sejak awal, jamaah tidak perlu bingung ketika tujuh putaran sudah selesai. Fokus berikutnya bukan sekadar mengejar agar cepat sampai ke sa’i, tetapi memastikan tubuh tetap siap dan rangkaian ibadah dapat dilanjutkan dengan tertib.