mabruk.co.id - Salah satu hal yang sering bikin calon jamaah bingung menjelang keberangkatan adalah menentukan jumlah uang tunai yang perlu dibawa. Pertanyaannya bukan sekadar soal punya berapa rupiah, tetapi berapa riyal Saudi yang sebaiknya sudah tersedia sejak tiba di Tanah Suci.
Menyiapkan terlalu sedikit bisa membuat kamu repot ketika membutuhkan uang tunai. Sebaliknya, membawa seluruh uang perjalanan dalam bentuk cash juga kurang praktis karena tidak semua pengeluaran harus dibayar dengan uang fisik. Karena itu, berapa uang riyal yang perlu dibawa saat umroh sebaiknya kamu tentukan berdasarkan durasi perjalanan, fasilitas paket, kebiasaan belanja, kebutuhan pribadi, dan cadangan dana.
Jangan Menyamakan Uang Saku dengan Uang Riyal Tunai
Uang saku merupakan seluruh dana pribadi yang kamu siapkan selama berada di Arab Saudi. Sementara itu, uang riyal tunai hanya sebagian dari dana tersebut. Sebagian kebutuhan bisa kamu bayar menggunakan kartu yang mendukung transaksi internasional atau tarik tunai melalui ATM.
Misalnya, kamu menyiapkan dana pribadi Rp6 juta untuk perjalanan 10 hari. Kamu tidak harus menukarkan seluruh Rp6 juta menjadi riyal sebelum berangkat. Kamu bisa membagi dana tersebut menjadi uang tunai, dana pada rekening, dan cadangan yang hanya digunakan jika diperlukan.
Baca Juga: Mengenal Rukun Wajib dan Sunnah Umrah yang Perlu Dipahami Jamaah
Berapa Riyal yang Masuk Akal untuk Dibawa?
Untuk jamaah dengan kebutuhan sederhana, membawa sekitar 1.000 sampai 1.500 riyal dalam bentuk tunai bisa menjadi titik awal yang cukup masuk akal untuk perjalanan sekitar 9 sampai 14 hari.
Kalau paket yang kamu pilih sudah mencakup konsumsi, transportasi rombongan, hotel, dan berbagai kebutuhan perjalanan utama, kamu mungkin tidak perlu membawa cash terlalu banyak. Sebaliknya, jamaah yang punya rencana belanja lebih besar tentu membutuhkan anggaran berbeda.
Karena itu, ketika mencari tahu berapa uang riyal yang perlu dibawa saat umroh, gunakan kebutuhan nyata sebagai dasar, bukan sekadar mengikuti nominal jamaah lain.
Gambaran Berdasarkan Gaya Pengeluaran
Kamu bisa membuat perkiraan awal seperti berikut:
- 500–800 riyal untuk jamaah yang sangat hemat dan sebagian besar kebutuhan sudah tercakup dalam paket.
- 1.000–1.500 riyal untuk kebutuhan pribadi, makan tambahan, sedekah, transportasi kecil, dan belanja ringan.
- 1.500–2.500 riyal jika kamu sudah memasukkan anggaran oleh-oleh dan kebutuhan pribadi yang lebih longgar.
- Di atas 2.500 riyal jika kamu memang menyiapkan dana belanja cukup besar atau membawa kebutuhan untuk beberapa anggota keluarga.
Nominal tersebut sebaiknya tidak kamu anggap sebagai batas baku. Justru angka ini membantu kamu melihat posisi kebutuhan sebelum menukar rupiah ke riyal.
Hitung Kebutuhan Harian Sebelum Menukar Uang
Cara paling aman menentukan berapa uang riyal yang perlu dibawa saat umroh adalah menghitung kebutuhan berdasarkan hari. Jangan langsung menetapkan “saya bawa 2.000 riyal” tanpa mengetahui uang tersebut akan digunakan untuk apa.
Coba kelompokkan kebutuhan menjadi beberapa pos:
- Makan atau minuman tambahan di luar fasilitas paket
- Air minum dan camilan
- Transportasi yang tidak termasuk program
- Sedekah
- Kebutuhan pribadi
- Obat atau perlengkapan kecil
- Oleh-oleh
- Dana cadangan
Setelah itu, tentukan batas pengeluaran harian untuk kebutuhan yang memang muncul setiap hari. Pisahkan anggaran oleh-oleh dan dana darurat karena kedua pos tersebut tidak seharusnya menghabiskan uang harian.
Pecahan Riyal Juga Perlu Diperhatikan
Membawa uang hanya dalam pecahan besar bisa menyulitkan ketika kamu melakukan transaksi kecil. Kemenag bahkan pernah memfasilitasi penukaran riyal dengan pecahan 50, 10, 5, dan 1 riyal untuk jamaah.
Contohnya:
- Pecahan 1 dan 5 riyal untuk kebutuhan kecil
- Pecahan 10 dan 20 riyal untuk transaksi harian
- Pecahan 50 riyal untuk pengeluaran yang lebih besar
- Sebagian pecahan 100 riyal untuk cadangan atau transaksi bernilai lebih tinggi
Kamu tidak perlu membawa seluruh uang dalam pecahan kecil. Yang penting, komposisinya tidak membuat kamu harus terus-menerus mencari uang kembalian.
Jangan Bawa Semua Uang Riyal dalam Satu Tempat
Kesalahan yang sering dilakukan jamaah adalah memasukkan seluruh uang ke satu dompet.
Lebih aman membagi uang ke beberapa tempat penyimpanan. Kamu bisa menyimpan sebagian kecil untuk kebutuhan saat berjalan, sementara dana utama tetap berada di tempat yang lebih aman.
Pembagian ini juga membantu kamu mengontrol pengeluaran. Ketika hanya membawa uang sesuai kebutuhan hari itu, kamu tidak mudah mengambil dana cadangan untuk membeli sesuatu secara spontan.
Untuk perjalanan bersama rombongan Mabruk, kebiasaan menyimpan uang secara terpisah juga membuat kamu lebih siap ketika berpindah hotel, mengikuti agenda ibadah, atau menjalani aktivitas perjalanan yang cukup padat.
Apakah Perlu Membawa Kartu Selain Uang Riyal
Kemenag menyebut jamaah dapat menggunakan kartu ATM Indonesia untuk melakukan tarik tunai melalui ATM di Arab Saudi. Beberapa tempat perbelanjaan juga menerima pembayaran non-tunai.
Namun, sebelum berangkat, jangan hanya mengandalkan kartu tanpa mengecek pengaturannya.
Pastikan:
- Kartu bisa digunakan untuk transaksi internasional
- Fitur transaksi luar negeri sudah aktif jika bank mensyaratkannya
- Kamu mengetahui batas transaksi harian
- PIN masih bisa digunakan
- Nomor layanan bank tersimpan
- Kamu memahami biaya tarik tunai dan konversi mata uang
- Saldo rekening mencukupi untuk dana cadangan
Dengan begitu, berapa uang riyal yang perlu dibawa saat umroh tidak lagi menjadi pertanyaan yang membuat kamu harus memilih antara membawa cash terlalu banyak atau terlalu sedikit.
Baca Juga: Apa yang Dilakukan Jika Haid Saat Akan Umroh?
Sesuaikan dengan Paket Umroh Mabruk
Ini bagian yang sering dilewatkan calon jamaah. Dua orang bisa menjalani perjalanan dengan durasi sama, tetapi kebutuhan uang pribadinya berbeda karena paket dan kebiasaan pengeluarannya tidak sama.
Sebelum menukar uang, cek kembali informasi perjalanan dari Mabruk dan tanyakan bagian mana yang sudah termasuk dalam program.
Cek Fasilitas yang Sudah Termasuk dalam Paket
Kamu bisa mencatat fasilitas yang sudah tersedia agar tidak memasukkan pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung sendiri.
Beberapa hal yang perlu kamu pastikan antara lain:
- Konsumsi apa saja yang termasuk dalam program
- Transportasi selama agenda perjalanan
- Hotel dan durasi menginap
- Agenda ziarah
- Jadwal kegiatan bebas
- Kebutuhan pribadi yang tetap harus kamu tanggung sendiri
- Aktivitas tambahan di luar program
Mabruk juga menyediakan manasik secara online maupun offline. Fasilitas pendampingan seperti ini bukan hanya membantu jamaah memahami rangkaian ibadah, tetapi juga memberi kesempatan untuk membahas hal-hal teknis sebelum berangkat.
Tanyakan Detail Perjalanan Sebelum Berangkat
Kalau masih ragu, jangan menebak. Tanyakan langsung kepada tim Mabruk sesuai program yang kamu pilih.
Beberapa pertanyaan yang bisa kamu siapkan:
- Apakah konsumsi sudah termasuk selama seluruh perjalanan?
- Apakah ada agenda yang membuat jamaah perlu menyiapkan uang tambahan?
- Berapa lama waktu bebas yang tersedia?
- Apakah ada kegiatan di luar agenda utama?
- Apa saja kebutuhan pribadi yang biasanya perlu disiapkan?
- Apakah ada arahan khusus terkait uang tunai?
Jawaban dari pertanyaan tersebut membuat perhitungan jauh lebih personal. Kamu juga tidak perlu membawa uang berlebihan hanya karena mendengar pengalaman jamaah lain.
Jadi Berapa Riyal yang Sebaiknya Dibawa?
Kalau kamu ingin angka sederhana, 1.000–1.500 riyal tunai bisa menjadi titik awal untuk jamaah dengan kebutuhan pribadi yang cukup normal dan fasilitas utama perjalanan sudah tersedia.
Namun, angka tersebut bisa turun jika kamu sangat hemat dan hampir seluruh kebutuhan sudah tercakup. Sebaliknya, kamu perlu menambah anggaran jika ingin banyak berbelanja, membawa oleh-oleh untuk banyak orang, atau memiliki kebutuhan pribadi tertentu.
Jadi, uang riyal yang perlu dibawa saat umroh bukan soal mencari satu angka yang berlaku untuk semua orang. Yang lebih penting adalah membagi dana berdasarkan kebutuhan, membawa pecahan yang praktis, menyiapkan kartu sebagai alternatif, dan tetap menyisihkan cadangan.
Persiapan Umroh Lebih Tenang Bersama Mabruk
Mempersiapkan uang riyal hanyalah salah satu bagian kecil dari persiapan perjalanan. Kamu masih perlu memahami jadwal, perlengkapan, aturan ihram, kondisi perjalanan, hingga rangkaian ibadah yang akan dijalani.
Mabruk bisa menjadi tempat untuk memastikan berbagai detail tersebut sejak sebelum keberangkatan. Informasi mengenai kebutuhan jamaah, manasik, dan teknis perjalanan dapat dibahas lebih awal sehingga kamu tidak perlu menyusun semuanya sendiri dari berbagai sumber.
Mabruk Tour juga menyediakan manasik secara online maupun offline, sehingga jamaah punya ruang untuk memahami teknis ibadah sekaligus menyiapkan pertanyaan yang mungkin muncul sebelum berangkat.
Dengan persiapan yang lebih terarah, berapa uang riyal yang perlu dibawa saat umroh bukan lagi sekadar tebakan. Kamu bisa menyesuaikannya dengan paket, durasi perjalanan, kebutuhan pribadi, dan rencana pengeluaran. Setelah urusan teknis lebih tertata, perjalanan menuju Tanah Suci pun terasa jauh lebih siap.