Informasi Umrah

Semua informasi suputar ibadah umrah dan haji

Cara Mengatur Jam Tidur Sebelum Berangkat Umroh - Mengatasi Jet-lag Tubuh

cara mengatur jam tidur sebelum berangkat umroh
 

mabruk.co.id - Perubahan waktu empat jam dari Indonesia ke Arab Saudi bisa terasa ketika jamaah baru tiba dan langsung mengikuti rangkaian kegiatan. Ada waktu salat, perjalanan menuju masjid, agenda manasik, makan bersama, hingga aktivitas rombongan yang tetap berjalan meski tubuh masih terasa seperti mengikuti jam Indonesia.

Karena itu, cara mengatur jam tidur sebelum berangkat umroh sebaiknya sudah mulai dipikirkan beberapa hari sebelum keberangkatan. Kamu tidak perlu memaksa diri mengubah pola tidur secara drastis. Penyesuaian bertahap justru lebih masuk akal karena tubuh membutuhkan waktu untuk menggeser ritme tidur dan bangun. 

 

Kenali Perbedaan Waktu Indonesia dan Arab Saudi

Jamaah dari wilayah WIB seperti Jakarta akan menemukan perbedaan waktu empat jam dengan Arab Saudi. Saudi Arabia menggunakan Arabia Standard Time atau UTC+3 sepanjang tahun, sedangkan WIB berada di UTC+7. 

Perbedaan tersebut terlihat sederhana, tetapi tubuh tetap perlu menyesuaikannya. Misalnya, ketika jam di Makkah menunjukkan pukul 05.00, tubuh jamaah yang masih mengikuti waktu Jakarta bisa merasa seperti pukul 09.00. Sebaliknya, ketika Arab Saudi sudah pukul 22.00, jam biologis tubuh bisa saja masih merasa seperti pukul 02.00 siang.

Beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa kamu mulai sejak di Indonesia.

  • Mulai melihat jadwal dengan waktu Arab Saudi, terutama jadwal salat dan kegiatan rombongan.
  • Simpan jam Arab Saudi sebagai zona waktu kedua di HP.
  • Jika keluarga di Indonesia perlu menghubungi kamu, beri tahu mereka perbedaan waktunya.
  • Hindari terus menghitung waktu Indonesia setelah tiba karena kebiasaan tersebut membuat tubuh lebih sulit mengikuti rutinitas setempat.

Perubahan kecil ini membantu kamu membiasakan diri dengan pola baru sebelum benar-benar berada di Tanah Suci.

Baca Juga: Koper Hilang Setelah Tiba di Arab Saudi, Apa yang Harus Dilakukan?

 

Mulai Menggeser Jam Tidur Sebelum Keberangkatan

Cara mengatur jam tidur sebelum berangkat umroh tidak harus membuat kamu langsung tidur empat jam lebih cepat. Kalau biasanya tidur pukul 23.00, memaksakan diri tidur pukul 19.00 justru bisa membuat kamu hanya berbaring tanpa mengantuk.

Tubuh lebih mudah mengikuti perubahan jika kamu menggeser jadwal secara bertahap. Rekomendasi perjalanan untuk perpindahan ke zona waktu yang lebih cepat menyarankan penyesuaian waktu tidur sekitar satu jam lebih awal dalam beberapa hari sebelum perjalanan.

Geser Waktu Tidur Secara Bertahap

cara mengatur jam tidur sebelum berangkat umroh
 

Misalnya kamu biasanya tidur pukul 23.00 dan bangun pukul 07.00. Tiga hari sebelum keberangkatan, kamu bisa mencoba tidur pukul 22.00 dan bangun pukul 06.00. Jika tubuh sudah mulai terbiasa, majukan lagi sekitar satu jam pada malam berikutnya.

Contohnya:

  • Hari ketiga sebelum berangkat, tidur pukul 22.00 dan bangun pukul 06.00.
  • Hari kedua, tidur pukul 21.30 atau 21.00 dan bangun lebih awal.
  • Hari terakhir, pertahankan jadwal yang sudah terasa nyaman tanpa memaksakan perubahan ekstrem.

Kamu tidak harus mendapatkan pola tidur yang persis sama dengan Arab Saudi. Tujuannya adalah mengurangi jarak antara kebiasaan tidur di rumah dan jadwal yang akan kamu jalani setelah tiba.

Jangan Membayar Utang Tidur dengan Begadang

cara mengatur jam tidur sebelum berangkat umroh
 

Sebagian orang sengaja begadang sebelum penerbangan karena berpikir bisa tidur panjang di pesawat. Cara ini justru berisiko membuat tubuh berangkat dalam keadaan sudah kelelahan.

Kurang tidur selama perjalanan dapat membuat rasa kantuk, sulit berkonsentrasi, dan tubuh terasa lebih berat ketika sampai di tujuan.

Karena itu, cara mengatur jam tidur sebelum berangkat umroh bukan berarti mencari cara supaya kamu bisa tidur sesedikit mungkin. Justru kamu perlu mempertahankan durasi tidur yang cukup sambil menggeser waktunya sedikit demi sedikit.

Tetapkan Jam Bangun yang Konsisten

cara mengatur jam tidur sebelum berangkat umroh
 

Jika kamu sudah berhasil tidur lebih awal tetapi tetap bangun siang, tubuh akan kesulitan membentuk pola baru. Gunakan alarm pada waktu yang sama setiap pagi dan langsung mulai aktivitas setelah bangun.

Kamu bisa membuka tirai, terkena cahaya pagi, berjalan ringan, atau melakukan aktivitas rumah. Cahaya dan aktivitas pada pagi hari membantu tubuh mengenali bahwa waktu bangun sudah tiba.

 

Atur Tidur Saat Berada di Pesawat

Begitu naik pesawat, jangan kembali menggunakan pola waktu Indonesia secara otomatis. Kamu bisa mulai memperhatikan waktu di Arab Saudi untuk menentukan kapan sebaiknya tidur, makan, atau tetap terjaga.

Penyesuaian aktivitas selama penerbangan berdasarkan waktu tujuan menjadi salah satu strategi yang dapat membantu tubuh lebih cepat mengikuti zona waktu baru.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan selama penerbangan antara lain:

  • Ubah jam di HP ke waktu Arab Saudi setelah penerbangan dimulai.
  • Gunakan penutup mata jika ingin tidur ketika kabin masih terang.
  • Gunakan earplug jika suara kabin mengganggu.
  • Minum air secara cukup selama perjalanan.
  • Batasi kopi jika sudah mendekati waktu tidur.
  • Hindari alkohol karena dapat mengganggu kualitas tidur dan meningkatkan risiko dehidrasi.

Jika kamu mendapat penerbangan panjang, jangan menghabiskan seluruh perjalanan dengan tidur tanpa jeda. Sesuaikan waktu istirahat dengan perkiraan waktu tiba dan aktivitas setelah mendarat.

 

Manfaatkan Cahaya Setelah Tiba di Arab Saudi

Cahaya menjadi salah satu alat alami yang membantu tubuh mengenali perubahan waktu. Setelah tiba di Arab Saudi, jangan terus berada di kamar sepanjang hari hanya karena merasa lelah.

Paparan cahaya alami pada waktu yang tepat membantu menggeser ritme biologis menuju waktu setempat. Untuk perjalanan ke arah timur, paparan cahaya pagi dapat membantu tubuh melakukan penyesuaian ke waktu yang lebih awal.

Kamu bisa memasukkan kebiasaan ini ke dalam rutinitas jamaah tanpa membuat aktivitas tambahan yang merepotkan.

  • Buka tirai kamar pada pagi hari.
  • Beraktivitas di luar ruangan ketika kondisi dan jadwal memungkinkan.
  • Jangan menggunakan kamar gelap sepanjang siang hanya untuk tidur.
  • Kurangi cahaya terang ketika malam sudah mendekati waktu tidur.
  • Jangan terus menggunakan layar HP sampai menjelang tidur jika membuat kamu semakin sulit mengantuk.

Kamu tidak perlu membuat terapi cahaya khusus untuk perjalanan umroh biasa. Cukup manfaatkan ritme terang dan gelap alami di Arab Saudi sebagai bagian dari aktivitas harian.

Baca Juga: Paspor Hilang Saat Umroh, Apa yang Harus Dilakukan Jamaah?

 

Atur Waktu Tidur dengan Jadwal Ibadah

Bagian ini penting untuk jamaah umroh karena waktu tidur tidak bisa dipisahkan dari jadwal ibadah. Kamu mungkin perlu bangun lebih awal untuk bersiap, mengikuti agenda bersama, atau menuju masjid.

Karena itu, cara mengatur jam tidur sebelum berangkat umroh sebaiknya mempertimbangkan jadwal kegiatan yang akan kamu jalani, bukan sekadar menentukan pukul berapa harus masuk kamar.

Jika travel sudah memberikan gambaran agenda, kamu bisa menggunakannya untuk memperkirakan kapan harus berhenti beraktivitas dan mulai tidur. Makin jelas jadwalnya, makin mudah kamu menentukan waktu istirahat.

Perhatikan beberapa hal berikut:

  • Sisakan waktu tidur setelah kegiatan malam selesai.
  • Jangan memperpanjang aktivitas di kamar jika tubuh sudah membutuhkan istirahat.
  • Siapkan perlengkapan ibadah sebelum tidur agar pagi hari tidak terburu-buru.
  • Gunakan alarm untuk waktu bangun yang diperlukan.
  • Jangan mengandalkan teman sekamar untuk selalu membangunkan kamu.
  • Jika tubuh sangat lelah, komunikasikan kondisi tersebut kepada pembimbing atau tour leader.

Jadwal ibadah memang menjadi prioritas, tetapi kondisi tubuh juga perlu dijaga agar jamaah mampu mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik.

 

Persiapkan Pola Tidur Sebelum Berangkat Bersama Mabruk

Cara mengatur jam tidur sebelum berangkat umroh sebenarnya tidak membutuhkan perubahan ekstrem. Mulailah beberapa hari sebelumnya dengan memajukan waktu tidur dan bangun secara bertahap. Setelah berada di pesawat, gunakan waktu Arab Saudi sebagai patokan untuk menentukan kapan makan dan beristirahat. 

Persiapan akan terasa lebih mudah ketika jamaah sudah mengetahui gambaran kegiatan yang akan dijalani. Mabruk Tour memberikan pembekalan sebelum keberangkatan dan mendampingi jamaah selama perjalanan melalui pembimbing serta tour leader. Mabruk juga menyediakan pilihan jadwal dan fasilitas umroh yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan jamaah.

Untuk jamaah, informasi seperti jadwal kegiatan, waktu berkumpul, agenda ibadah, dan waktu perjalanan bukan sekadar detail perjalanan. Semua itu membantu kamu menentukan kapan harus aktif dan kapan harus benar-benar beristirahat. 

Mabruk Tour siap membersamai persiapan perjalanan umroh agar kamu bisa berangkat dengan kondisi yang lebih siap, bukan hanya dari sisi ibadah, tetapi juga dari rutinitas perjalanan sehari-hari.