Informasi Umrah

Semua informasi suputar ibadah umrah dan haji

Tips Menjaga Stamina Saat Thawaf dan Sa’i Agar Tetap Nyaman

tips menjaga stamina saat thawaf dan sa’i
 

mabruk.co.id - Ada rasa haru yang sulit dijelaskan ketika akhirnya berdiri di hadapan Ka’bah. Setelah perjalanan jauh dari Indonesia, jamaah mungkin ingin segera memanfaatkan setiap kesempatan untuk beribadah. Namun, ketika thawaf dimulai, tubuh akan menghadapi kondisi yang berbeda dari aktivitas berjalan sehari-hari.

Jamaah harus berjalan mengelilingi Ka’bah dalam area yang bisa sangat ramai. Setelah itu, ibadah berlanjut dengan sa’i antara Safa dan Marwah. Keduanya membutuhkan tenaga, konsentrasi, serta kemampuan mengikuti kondisi sekitar. Karena itu, menjaga stamina saat thawaf dan sa’i perlu jamaah pikirkan sebelum memasuki area ibadah.

Kesalahan yang sering terjadi justru muncul dari hal kecil. Jamaah berjalan terlalu cepat sejak awal, membawa tas yang tidak perlu, lupa minum sebelum merasa haus, atau tetap memaksakan diri ketika kaki mulai tidak nyaman.

 

Mengapa Thawaf dan Sa’i Bisa Menguras Tenaga?

Arus pergerakan bisa melambat, berhenti sesaat, lalu kembali bergerak. Jamaah juga perlu memperhatikan orang di depan dan di samping agar tidak saling bertabrakan.

Sa’i memiliki tantangan tersendiri karena jamaah menempuh lintasan antara Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan. Karena itu, menjaga stamina saat thawaf dan sa’i membutuhkan strategi yang berbeda dari sekadar memperbanyak latihan jalan.

Kadang langkah melambat karena rombongan di depan berhenti. Beberapa saat kemudian arus kembali bergerak. Perubahan ritme seperti ini bisa membuat tubuh lebih cepat lelah jika jamaah terus berusaha mempertahankan kecepatan sendiri.

Gunakan langkah yang stabil dan sesuaikan dengan kemampuan fisik. Jamaah tidak perlu menjadikan kecepatan sebagai ukuran keberhasilan menyelesaikan sa’i.

 

Mulai Thawaf dengan Langkah yang Tidak Membuat Cepat Habis Tenaga

Begitu thawaf dimulai, ada jamaah yang tanpa sadar langsung mempercepat langkah. Apalagi kalau melihat orang di depan berjalan lebih cepat. Rasanya ingin segera mengikuti supaya tidak tertinggal dari rombongan.

Coba mulai dengan langkah yang terasa ringan bagi tubuh. Kamu tidak perlu mengejar jamaah di depan selama masih bisa mengikuti arah rombongan. Saat arus berjalan lambat, ikuti saja. Ketika kembali longgar, lanjutkan dengan kecepatan yang nyaman.

Tidak Perlu Terus Menempel pada Pembimbing

tips menjaga stamina saat thawaf dan sa’i
 

Dalam kondisi ramai, jarak antara jamaah bisa berubah. Pembimbing mungkin berada beberapa langkah di depan, lalu tertutup oleh jamaah lain.

Sebelum thawaf, pastikan kamu sudah mengetahui siapa pendamping rombongan dan bagaimana cara menghubunginya jika terpisah. Dengan begitu, kamu tidak perlu berjalan tergesa-gesa hanya karena takut kehilangan rombongan.

Langkah Kecil Justru Baik Saat Ramai

tips menjaga stamina saat thawaf dan sa’i
 

Ketika area thawaf penuh, langkah panjang sering membuat gerakan terasa tidak nyaman. Kamu harus terus memperlambat langkah, menghindari orang di depan, lalu kembali mempercepatnya.

Baca Juga: Apa Saja Barang yang Dilarang Dibawa ke Arab Saudi untuk Jamaah Umroh?

 

Jangan Jadikan Hajar Aswad Alasan untuk Memaksa Diri

Hajar Aswad tentu memiliki tempat khusus dalam hati jamaah. Banyak orang sudah membayangkan momen ketika bisa mendekat dan mencium atau menyentuhnya sejak masih berada di Indonesia.

Lihat Situasi Sebelum Mendekat

tips menjaga stamina saat thawaf dan sa’i
 

Kalau arus sedang padat, jangan memaksakan diri masuk ke tengah kerumunan. Dorong-mendorong atau bergerak melawan arah bisa membuat tubuh cepat terkuras.

Kamu juga berisiko kehilangan posisi dalam rombongan dan kesulitan mengatur langkah kembali. Ibadah tetap berjalan meskipun kamu tidak memaksakan diri berada di titik yang paling ramai.

Tenaga yang Disimpan Masih Dibutuhkan untuk Putaran Berikutnya

tips menjaga stamina saat thawaf dan sa’i
 

Coba pikirkan seluruh rangkaian sebelum mengambil keputusan. Setelah thawaf masih ada sa'i. Kalau sejak awal kamu sudah menghabiskan banyak tenaga karena berdesakan, tubuh tentu akan merasakan dampaknya ketika harus melanjutkan perjalanan.

 

Setelah Thawaf, Beri Tubuh Waktu Sebelum Melanjutkan Sa’i

Selesai tujuh putaran thawaf, kondisi tubuh tiap jamaah bisa berbeda. Ada yang masih terasa ringan, ada pula yang baru merasakan pegal setelah berhenti berjalan. Karena itu, jangan langsung terburu-buru menuju rangkaian berikutnya hanya karena melihat jamaah lain sudah bergerak.

Periksa Kaki Sebelum Berjalan Lagi

tips menjaga stamina saat thawaf dan sa’i
 

Lihat kondisi tumit, telapak, dan sela-sela jari. Perhatikan juga posisi sandal. Setelah digunakan berjalan cukup lama, sandal bisa bergeser atau mulai menggesek bagian tertentu pada kaki.

Kalau terasa ada bagian yang mengganjal, benahi sekarang. Masalah kecil seperti ini bisa terasa jauh lebih menyakitkan setelah kaki kembali digunakan untuk berjalan dari Safa menuju Marwah.

Isi Kembali Cairan yang Hilang

tips menjaga stamina saat thawaf dan sa’i
 

Thawaf membuat tubuh terus bergerak, apalagi jika jamaah menjalankannya dalam kondisi ramai atau cuaca yang terasa panas. Setelah selesai, minumlah secukupnya sebelum melanjutkan sa’i.

Bagi jamaah yang mendapat aturan khusus mengenai konsumsi cairan dari dokter, ikuti kebutuhan yang sudah ditetapkan untuk kondisi masing-masing.

Tidak Perlu Terburu-buru Mengikuti Jamaah Lain

 

Mungkin ada teman satu rombongan yang langsung berdiri dan berjalan menuju area sa’i. Sementara itu, kamu masih membutuhkan beberapa menit untuk duduk.

Kondisi fisik setiap jamaah memang berbeda. Lebih baik mengambil waktu sebentar sampai tubuh terasa siap daripada mengikuti kecepatan orang lain lalu kehabisan tenaga di tengah sa’i.

Kalau kamu bepergian bersama rombongan Mabruk, sampaikan kondisi kepada pembimbing atau pendamping. Dengan begitu, kebutuhanmu bisa diketahui tanpa membuatmu merasa harus mengejar rombongan.

 

Jangan Membawa Beban Berlebihan Saat Thawaf dan Sa’i

Tas kecil yang awalnya terasa ringan bisa terasa berbeda setelah berjalan cukup lama.

Beberapa barang yang biasanya cukup dibawa antara lain:

  • Air minum sesuai kebutuhan
  • Obat pribadi
  • Identitas atau kartu yang diperlukan
  • Tisu
  • Ponsel
  • Perlengkapan kecil yang memang diperlukan

Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga menyarankan jamaah menghindari berjalan jauh sambil membawa beban berat.

Jamaah sering membawa barang “untuk berjaga-jaga”. Masalahnya, semakin banyak barang masuk ke tas, semakin berat pula beban yang harus dibawa. Simpan barang yang tidak diperlukan di hotel. Saat menjalankan thawaf dan sa’i, bawa perlengkapan yang benar-benar mendukung aktivitas tersebut.

Baca Juga: Cara Mengatasi Kelelahan Saat Umroh agar Ibadah Tetap Nyaman

 

Kapan Jamaah Sebaiknya Menggunakan Bantuan?

Menjaga stamina saat thawaf dan sa’i bukan berarti semua jamaah harus memaksakan diri berjalan dengan kemampuan yang sama. Jika tubuh sudah kesulitan mengikuti aktivitas, sampaikan kepada pembimbing. Jangan menunggu sampai jatuh atau mengalami kondisi yang lebih serius.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga menyebut penggunaan kursi roda saat thawaf dan sa’i sebagai salah satu pilihan bagi jamaah dengan kondisi tertentu yang mengalami kelelahan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Bantuan seperti ini bukan sesuatu yang perlu membuat jamaah merasa malu. Tujuannya justru membantu jamaah tetap menjalankan ibadah sesuai kondisi masing-masing.

 

Latihan Sebelum Berangkat Membuat Tubuh Lebih Siap

Menjaga stamina saat thawaf dan sa’i sebaiknya tidak dimulai ketika jamaah sudah tiba di Makkah.

Tidak perlu langsung berjalan belasan kilometer. Mulai dari durasi yang terasa nyaman, kemudian tingkatkan secara bertahap. Coba gunakan alas kaki yang akan dibawa ke Tanah Suci. Jika perlu, gunakan tas kecil yang nantinya akan dipakai ketika beribadah.

Latihan seperti ini membantu jamaah mengetahui apakah alas kaki membuat lecet, apakah tas terlalu berat, atau apakah kaki membutuhkan adaptasi lebih panjang.

 

Mabruk Membantu Jamaah Menyiapkan Manasik dengan Lebih Terarah

Menjaga stamina memang menjadi bagian penting dari persiapan. Namun, kesiapan fisik akan terasa lebih lengkap ketika jamaah juga memahami setiap rangkaian ibadah yang akan dijalankan.

Mabruk Tour memiliki program bimbingan manasik dan pendampingan selama perjalanan. Materi manasik membantu jamaah memahami tata cara ibadah, sementara pendampingan di Tanah Suci memberi arahan ketika jamaah menghadapi kondisi nyata selama perjalanan.

Pendampingan seperti ini terasa penting ketika jamaah pertama kali menghadapi area Masjidil Haram yang padat. Jamaah tidak perlu menerka sendiri bagaimana menjaga ritme rombongan atau kapan harus meminta bantuan.

Menjaga stamina saat thawaf dan sa’i pada dasarnya berarti memahami kemampuan diri sendiri. Jangan mengejar langkah jamaah lain. Jangan membawa beban yang tidak perlu. Jangan menunggu tubuh benar-benar kehabisan tenaga.

Dengan persiapan seperti ini, jamaah dapat menjalani thawaf dan sa’i dengan lebih tenang. Setiap langkah tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya sambil menjaga tubuh agar mampu menyelesaikan seluruh rangkaian dengan nyaman.