mabruk.co.id - Belum hafal doa tawaf bukan berarti kamu harus menunda ibadah atau takut salah saat mengelilingi Ka'bah. Saat pertama kali mempelajari manasik, kamu mungkin menemukan banyak kumpulan bacaan yang disusun berdasarkan putaran.
Kekhawatiran tersebut sebenarnya tidak perlu membuat kamu menunda belajar atau merasa tidak siap menjalankan tawaf. Dalam pelaksanaannya, tidak ada ketentuan bahwa setiap putaran tawaf memiliki satu doa khusus yang wajib dihafalkan.
Jadi, bolehkah tawaf saat belum hafal doa? Jawabannya boleh. Yang perlu kamu pahami justru bacaan apa yang dianjurkan, apa yang boleh dibaca selama tawaf, dan bagaimana menggunakan panduan doa tanpa membuat ibadah terasa seperti harus mengejar hafalan.
Apakah Tawaf Harus Disertai Doa Khusus?
Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca pada setiap putaran tawaf. Jamaah tetap perlu memastikan tawaf dilakukan tujuh putaran sesuai ketentuannya, tetapi tidak diwajibkan menghafal tujuh doa berbeda untuk setiap putaran.
- Tidak ada doa wajib per putaran. Putaran pertama hingga ketujuh tidak memiliki bacaan khusus yang menentukan sah atau tidaknya tawaf.
- Boleh membaca doa yang berbeda. Kamu dapat berdoa untuk diri sendiri, keluarga, kesehatan, rezeki, atau kebutuhan lainnya.
- Boleh memperbanyak dzikir. Istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, shalawat, dan bacaan Al-Qur'an dapat diamalkan selama tawaf.
- Tidak perlu panik jika lupa hafalan. Jangan sampai sibuk mengingat urutan doa justru membuat kamu kehilangan fokus pada hitungan dan ketertiban saat tawaf.
- Pahami doa yang dibaca. Beberapa bacaan yang sudah familiar dan dipahami maknanya dapat membuat ibadah terasa lebih tenang dan khusyuk.
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah “Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban-naar.” Jadi, jamaah tidak perlu menganggap tawaf sebagai hafalan tujuh doa yang harus dibaca secara berurutan.
Apa yang Boleh Dibaca Saat Tawaf?
Kalau belum hafal doa tawaf yang panjang, kamu tetap memiliki banyak pilihan bacaan. Selama tawaf, jamaah dapat berdzikir, membaca ayat Al-Qur'an, bershalawat, beristighfar, dan memanjatkan doa sesuai kebutuhan. Mabruk juga menyebutkan bahwa jamaah dapat memperbanyak doa dan dzikir selama tawaf.
Perbanyak Dzikir yang Sudah Kamu Hafal
Bacaan yang sederhana tetap bisa diamalkan selama tawaf. Jika kamu sudah terbiasa membaca istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, atau shalawat, gunakan bacaan tersebut daripada memaksakan diri menghafal teks panjang dalam waktu singkat.
Kamu juga bisa menggunakan waktu tawaf untuk memohon ampunan, mendoakan orang tua dan keluarga, atau menyampaikan kebutuhan pribadi kepada Allah. Tidak perlu mengganti bacaan setiap kali menyelesaikan satu putaran. Yang lebih penting adalah memahami apa yang sedang kamu baca dan menjaga perhatian tetap tertuju pada ibadah.
Baca Doa yang Memang Memiliki Tuntunan
Ada pula bacaan yang memiliki tuntunan untuk bagian tertentu dalam tawaf. Salah satunya adalah doa ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad:
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban-naar.
Artinya, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Bacaan tersebut berbeda dari anggapan bahwa setiap putaran tawaf memiliki doa khusus yang wajib dibaca. Karena itu, kamu tidak perlu khawatir jika tidak memiliki kumpulan doa tujuh putaran. Pelajari terlebih dahulu bacaan yang memang memiliki tuntunan, lalu gunakan bacaan lain yang sudah kamu hafal untuk mengisi waktu selama tawaf.
Tidak Perlu Memaksakan Diri Menghafal Semuanya
Kalau kamu baru mulai belajar doa menjelang keberangkatan, prioritaskan bacaan yang memang ingin kamu amalkan dan pahami maknanya. Kamu tidak perlu merasa gagal hanya karena belum hafal seluruh kumpulan doa tawaf.
Justru memahami makna doa dapat membantu kamu lebih menghayati permohonan yang disampaikan. Dalam kondisi tertentu, doa yang sederhana tetapi benar-benar kamu pahami bisa membuat hati lebih tenang daripada membaca banyak teks yang belum kamu mengerti.
Baca Juga: Lupa Jumlah Putaran Tawaf, Harus Bagaimana?
Bolehkah Membaca Doa Tawaf dari HP?
HP bisa menjadi alat bantu bagi jamaah yang belum hafal bacaan tawaf. Kamu dapat menyimpan doa yang ingin dibaca sebelum berangkat sehingga tidak perlu membawa buku atau mencari bacaan secara mendadak ketika sudah berada di Masjidil Haram.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kamu ingin menggunakan HP sebagai panduan antara lain:
- Simpan bacaan dalam satu catatan agar tidak perlu berpindah-pindah aplikasi.
- Gunakan ukuran tulisan yang mudah dibaca tanpa harus terus mendekatkan HP ke wajah.
- Buka bacaan sebelum tawaf dimulai sehingga kamu tidak sibuk mencari halaman ketika sudah berjalan.
- Jangan berhenti mendadak hanya untuk menyelesaikan satu bacaan.
- Tetap perhatikan arah gerakan jamaah dan jangan sampai menghalangi orang lain.
- Jika suasana terlalu padat, simpan HP dan lanjutkan dengan dzikir atau doa yang sudah kamu hafal.
Kamu juga bisa mulai menghafalkan beberapa bacaan pendek sejak masih di Indonesia agar ketika tawaf berlangsung, perhatian tetap lebih banyak tertuju pada ibadah.
Bolehkah Berdoa dengan Bahasa Indonesia Saat Tawaf?
Belum lancar berbahasa Arab bukan berarti kamu tidak bisa memanjatkan doa saat tawaf. Untuk doa pribadi, kamu dapat menyampaikan permohonan dengan bahasa yang kamu pahami. Misalnya, kamu ingin mendoakan orang tua, meminta kesehatan, memohon ampunan, meminta kelancaran rezeki, atau memohon agar perjalanan umroh berjalan lancar.
Hal yang perlu diperhatikan adalah membedakan doa pribadi dengan bacaan yang memang memiliki tuntunan tertentu. Karena itu, kamu bisa:
- Menggunakan bahasa Indonesia untuk menyampaikan doa pribadi.
- Tetap mempelajari dzikir atau doa yang memiliki tuntunan khusus.
- Menghafalkan bacaan pendek yang mudah diamalkan selama tawaf.
- Memahami arti doa yang dibaca agar lebih mudah menghayatinya.
- Tidak merasa harus membuat seluruh doa dalam bahasa Arab jika memang belum mampu.
Salah satu bacaan yang dianjurkan ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban-naar. Bacaan ini dapat kamu prioritaskan untuk dipelajari sebelum keberangkatan karena memiliki tuntunan khusus. Sementara itu, permohonan pribadi tetap dapat kamu sampaikan sesuai bahasa yang kamu pahami.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Jamaah Pemula
Kesalahan dalam mempersiapkan doa tawaf sering muncul karena jamaah menerima banyak contoh bacaan dari buku, video, atau media sosial. Ketika beberapa bacaan tersebut disusun berdasarkan putaran, jamaah pemula terkadang menganggap semuanya merupakan kewajiban.
Yang perlu diperhatikan justru ketentuan tawafnya, sementara doa dan dzikir dapat kamu lakukan sesuai kemampuan.
Beberapa anggapan yang sebaiknya diluruskan sebelum berangkat antara lain:
- Mengira putaran pertama sampai ketujuh memiliki doa wajib yang berbeda.
- Menganggap tawaf tidak sah jika tidak membaca kumpulan doa tertentu.
- Memaksakan hafalan panjang ketika tawaf sudah dimulai.
- Terlalu sibuk membaca HP sampai tidak memperhatikan jamaah di sekitar.
- Berhenti mendadak untuk menyelesaikan bacaan tertentu.
- Mengira semua doa harus menggunakan bahasa Arab.
- Memaksakan diri mendekati Hajar Aswad hanya demi mengejar bacaan tertentu.
Kalau kamu belum hafal doa tawaf, tidak perlu panik. Kamu masih bisa memperbanyak dzikir, membaca doa yang sudah dikuasai, dan menyampaikan permohonan pribadi. Persiapan sebelum keberangkatan tetap penting, tetapi jangan sampai keinginan menghafal sebanyak mungkin justru membuat kamu salah memahami mana yang wajib dan mana yang hanya berupa pilihan bacaan.
Baca Juga: Apa yang Dilakukan Setelah Selesai Tawaf?
Belum Hafal Doa Bukan Alasan untuk Takut Tawaf
Jadi, bolehkah tawaf saat belum hafal doa? Boleh. Kamu tidak perlu menunggu sampai hafal tujuh rangkaian doa untuk bisa menjalankan tawaf dengan tenang. Tidak ada doa wajib yang berbeda untuk setiap putaran. Kamu dapat memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, mengucapkan doa yang sudah kamu hafal, dan menyampaikan doa pribadi sesuai kebutuhan.
Kalau ingin menggunakan HP sebagai panduan, siapkan bacaan sejak sebelum keberangkatan dan gunakan seperlunya agar perhatian tetap tertuju pada ibadah serta kondisi sekitar. Sementara itu, untuk doa pribadi, kamu dapat menyampaikan permohonan dengan bahasa yang kamu pahami.
Yang terpenting, jangan membuat persiapan umroh terasa seperti harus menghafal seluruh isi buku doa. Pelajari bacaan yang memang dianjurkan, pahami maknanya, dan tanyakan hal yang masih membingungkan saat manasik.
Persiapkan Ibadah Umroh dengan Lebih Tenang Bersama Mabruk
Kekhawatiran soal hafalan doa sebenarnya bisa dikurangi sejak masa persiapan. Dengan mengikuti manasik, memahami rangkaian ibadah, dan mengetahui bacaan yang benar-benar perlu diperhatikan, kamu bisa berangkat dengan persiapan yang lebih matang tanpa terbebani target hafalan yang tidak perlu.
Mabruk Tour mendampingi jamaah dalam persiapan ibadah melalui manasik dan pembimbing yang membantu menjelaskan praktik ibadah sebelum keberangkatan. Jadi, kalau kamu masih punya pertanyaan seperti bacaan tawaf, hitungan putaran, sa'i, atau hal teknis lainnya, kamu bisa mempersiapkannya sejak sebelum tiba di Tanah Suci.
Kalau kamu sedang merencanakan umroh dan ingin ibadah lebih tenang sejak dari persiapan, cari tahu program umroh Mabruk dan mulai siapkan perjalananmu bersama pendamping yang siap membantu dari manasik hingga pelaksanaan ibadah.