Informasi Umrah

Semua informasi suputar ibadah umrah dan haji

Lupa Jumlah Putaran Tawaf, Harus Bagaimana?

Lupa jumlah putaran tawaf
 

mabruk.co.id - Tawaf dilakukan sebanyak tujuh putaran mengelilingi Ka’bah. Namun, ketika berada di tengah keramaian Masjidil Haram, menghitung putaran tidak selalu mudah. Jamaah bisa saja kehilangan hitungan karena terpisah dari pendamping, terdorong arus jamaah lain, terlalu fokus berdoa, atau tiba-tiba tidak yakin apakah satu putaran sudah dihitung atau belum.

Situasi seperti lupa jumlah putaran tawaf sebenarnya cukup mungkin terjadi, terutama bagi jamaah yang baru pertama kali umroh. Keraguan yang paling sering muncul biasanya ketika jamaah merasa sudah melakukan enam atau tujuh putaran, tetapi tidak lagi yakin dengan hitungannya.

Kementerian Agama menjelaskan bahwa apabila jamaah ragu mengenai jumlah putaran tawaf yang sudah dilakukan, hitungan yang digunakan adalah jumlah yang paling sedikit.

 

Lupa Jumlah Putaran Tawaf Saat Masih Berlangsung

Hal pertama yang perlu dilihat adalah kapan keraguan tersebut muncul. Jika jamaah masih berada dalam rangkaian tawaf dan tiba-tiba lupa jumlah putaran, perlakuannya berbeda dengan keraguan yang baru muncul setelah meninggalkan tawaf.

Misalnya, kamu merasa sudah melakukan enam putaran, tetapi kemudian muncul keraguan apakah sebenarnya sudah tujuh. Dalam kondisi seperti ini, jangan mengambil angka tujuh hanya karena ingin cepat selesai.

Jika Ragu Antara 6 atau 7 Putaran

Lupa jumlah putaran tawaf
 

Jika kamu sedang tawaf lalu ragu apakah sudah enam atau tujuh putaran, gunakan hitungan yang paling sedikit, yaitu enam putaran. Setelah itu, lanjutkan satu putaran lagi sehingga jumlahnya menjadi tujuh.

Ketentuan ini dijelaskan dalam Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kementerian Agama. Prinsipnya, ketika jumlah putaran masih diragukan, jamaah mengambil hitungan yang paling sedikit agar jumlah putaran yang dilakukan benar-benar mencapai tujuh.

Cara ini memang membuat jamaah mungkin melakukan satu putaran lebih banyak dibanding perkiraan awal. Namun, ketika keraguan muncul di tengah tawaf, mengambil hitungan paling sedikit membantu memastikan jumlah putaran yang dilakukan tidak kurang dari tujuh.

Jangan Mengikuti Tebakan yang Paling Menguntungkan

Lupa jumlah putaran tawaf
 

Kesalahan yang sering terjadi adalah memilih angka yang lebih tinggi karena ingin segera menyelesaikan tawaf. Misalnya, "Saya kayaknya sudah tujuh, jadi selesai saja."

Jika sebenarnya baru enam putaran, keputusan tersebut membuat jumlah tawaf yang dilakukan tidak mencapai tujuh. Karena itu, ketika benar-benar ragu saat tawaf masih berlangsung, jangan memilih angka berdasarkan tebakan yang paling nyaman.

Gunakan patokan yang jelas: ambil hitungan yang paling sedikit, kemudian sempurnakan sampai tujuh putaran.

Baca Juga: Apa yang Dilakukan Setelah Selesai Tawaf?

 

Bagaimana Jika Baru Ingat Setelah Tawaf Selesai?

Situasinya berbeda jika jamaah sudah menyelesaikan tawaf, sudah meninggalkan area tawaf, atau sudah melanjutkan ke kegiatan berikutnya, kemudian baru muncul keraguan.

Dalam rujukan fikih yang digunakan dalam tuntunan tawaf, keraguan yang baru muncul setelah tawaf selesai tidak memengaruhi keabsahan tawaf. NU Online juga menjelaskan bahwa keraguan yang timbul setelah selesai tawaf tidak berpengaruh terhadap keabsahan tawaf.

Ragu Setelah Sudah Shalat Dua Rakaat

Lupa jumlah putaran tawaf
 

Misalnya kamu sudah menyelesaikan tujuh putaran, kemudian melakukan shalat dua rakaat setelah tawaf. Beberapa menit kemudian muncul pikiran, "Tadi benar tujuh putaran atau cuma enam?"

Jika keraguan tersebut baru muncul setelah rangkaian tawaf selesai, jangan langsung mengulang tawaf karena kepanikan. Keraguan yang datang setelah selesai tidak diperlakukan sama dengan keraguan yang muncul ketika tawaf masih berlangsung.

Jika tetap merasa tidak tenang, kamu dapat menanyakan kondisi tersebut kepada pembimbing agar mendapatkan penjelasan sesuai tuntunan yang digunakan rombongan.

Ragu Setelah Sudah Menuju Sa’i

Lupa jumlah putaran tawaf
 

Keraguan juga bisa muncul ketika jamaah sudah bergerak menuju Shafa untuk memulai sa’i. Pada tahap ini, jamaah sering tiba-tiba mengingat kembali jumlah putaran tawaf dan mulai mempertanyakannya.

Jika keraguan baru muncul setelah tawaf selesai, jangan langsung menganggap seluruh rangkaian ibadah bermasalah. Bedakan antara benar-benar mengetahui ada kekurangan dengan sekadar muncul rasa ragu setelah ibadah selesai.

Untuk kondisi yang membuat jamaah benar-benar mengetahui bahwa jumlah tawaf belum lengkap, sebaiknya segera tanyakan kepada pembimbing karena penanganannya dapat bergantung pada kondisi dan kapan kekurangan tersebut diketahui.

Jangan Mengulang Hanya Karena Pikiran yang Terus Muncul

Lupa jumlah putaran tawaf
 

Ada jamaah yang setelah selesai tawaf terus mengingat kembali setiap putaran sampai akhirnya semakin tidak yakin. Padahal sebelumnya ia sudah menyelesaikan tawaf berdasarkan hitungan yang diyakini.

Keraguan seperti ini tidak seharusnya membuat jamaah terus mengulang ibadah tanpa alasan yang jelas. Jika hanya berupa pikiran "jangan-jangan tadi kurang", sementara sebelumnya kamu sudah yakin telah menyelesaikan tujuh putaran, jangan biarkan keraguan tersebut berkembang menjadi kepanikan.

 

Cara Menghitung Putaran Tawaf Agar Tidak Keliru

Mencegah lupa tentu lebih mudah daripada harus kebingungan di tengah tawaf. Jamaah dapat menggunakan cara sederhana agar hitungan tujuh putaran lebih mudah diingat.

Gunakan Pola Hitungan yang Konsisten

Sebelum memulai, sepakati cara menghitung bersama pendamping. Misalnya, setiap kali melewati garis atau posisi awal di Hajar Aswad, satu putaran selesai.

Jangan mengganti-ganti patokan di tengah tawaf karena hal tersebut justru dapat membuat hitungan semakin membingungkan.

Gunakan Tasbih atau Penghitung yang Sesuai

Sebagian jamaah merasa lebih mudah menggunakan tasbih atau alat penghitung sederhana untuk membantu mengingat jumlah putaran. Namun, alat tersebut sebaiknya hanya menjadi alat bantu, bukan satu-satunya sumber ingatan.

Jamaah tetap perlu memahami kapan satu putaran dianggap selesai dan memastikan alat penghitung digunakan secara konsisten.

Libatkan Pendamping atau Pembimbing

Untuk jamaah yang mudah lupa, pendamping dapat membantu mencatat jumlah putaran. Ini sangat berguna jika jamaah bepergian bersama orang tua atau anggota keluarga yang membutuhkan bantuan.

Sebelum tawaf dimulai, sepakati siapa yang bertugas mengingat hitungan. Dengan begitu, tidak semua orang harus mengandalkan ingatannya sendiri ketika suasana Masjidil Haram sedang ramai.

Baca Juga: Bolehkah Tawaf & Sa’i Menggunakan Kursi Roda? Ini Ketentuannya

 

Bagaimana Jika Lupa Jumlah Putaran pada Jamaah Lansia?

Jamaah lansia lebih mudah kehilangan hitungan tawaf karena lelah atau sulit berkonsentrasi. Karena itu, pendamping sebaiknya membantu mengingat jumlah putaran sejak awal.

  • Tunjuk satu orang sebagai pengingat hitungan agar tidak terjadi perbedaan jumlah putaran.
  • Jangan terburu-buru dan sesuaikan kecepatan dengan kondisi lansia.
  • Gunakan kursi roda atau fasilitas pendukung jika lansia memiliki keterbatasan fisik.
  • Jangan meminta lansia menebak jika benar-benar lupa jumlah putaran.
  • Tanyakan kepada pembimbing jika hitungan tidak lagi dapat dipastikan agar mendapat arahan yang tepat.

Dengan pendampingan yang baik, jamaah lansia dapat menjalankan tawaf dengan lebih tenang tanpa harus terbebani mengingat hitungan sendiri.

 

Rencanakan Umroh Bersama Mabruk

Konsisten menabung akan terasa lebih mudah ketika kamu sudah punya tujuan keberangkatan yang jelas. Selain menentukan target dana, kamu juga bisa mulai mencari tahu pilihan program, perkiraan biaya, jadwal keberangkatan, serta kebutuhan persiapan lainnya sejak awal.

Mabruk membantu calon jamaah mempersiapkan perjalanan umroh secara lebih terarah, mulai dari manasik hingga pendampingan selama perjalanan. Dengan rencana yang jelas, kamu tidak hanya tahu berapa dana yang perlu dikumpulkan, tetapi juga bisa menentukan langkah untuk mewujudkan keberangkatan ke Tanah Suci.

Sudah punya target untuk berangkat umroh? Mulai susun rencananya bersama Mabruk dan cari program yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan kamu.